Breaking News:

Covid19

Cegah Penyebaran Covid Semakin Masif, Epidemiologi Minta Pemerintah Tingkatkan Tes PCR dan Pelacakan

Menurut Miko, berdasarkan data dari aplikasi Silacak yang ia sampaikan, kontak erat Covid-19 di Indonesia sangat banyak, mencapai 8.000-10.000 orang.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menjadi pembicara dalam Webinar Bagaimana Strategi Penanganan Covid-19 Gelombang Kedua? yang juga disiarkan secara live streaming di akun Youtube Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Sabtu (31/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --- Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan bahwa pengawasan pemerintah dalam penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia harus dilaksanakan lebih maksimal.

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan pelacakan kontak (contact tracing) dan pengujian (testing) untuk menemukan lebih banyak kasus Covid-19.

“Upaya kontrol terhadap penyebaran virus Covid-19 itu harus sitematis, jadi perlu early detection yaitu upaya mendeteksi semua kasus yang ada di populasi dan kemudian mengisolasi kalau ketemu, kemudian mengkarantina pada orang yang kontak erat, jadi dilakukan contact tracing yang benar untuk menemukan kasus-kasus berikutnya,” ujar Miko dalam Webinar Bagaimana Strategi Penanganan Covid-19 Gelombang Kedua? yang juga disiarkan secara live streaming di akun Youtube Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Sabtu (31/7/2021).

Menurut Miko, berdasarkan data dari aplikasi Silacak yang ia sampaikan,  bahwa kontak erat Covid-19 di Indonesia sangat banyak, mencapai 8.000-10.000 an orang.

“Hanya saja yang kontak erat ini belum diperiksa semua. Jadi bayangkan kalau dilakukan pemeriksaan terhadap semua yang kontak erat maka kasusnya akan lebih banyak,” ujarnya.

Miko juga menyebutkan, bahwa pemerintah perlu memperbanyak tes swab polymerase chain reaction (PCR) setiap harinya di seluruh Indonesia dibandingkan tes swab antigen.

Ia menilai bahwa tes swab antigen tidak bisa menggantikan keunggulan tes swab PCR untuk keakuratan mendeteksi virus corona

“Seandainya saja warga dilakukan test menggunakan PCR itu akan luar biasa kasusnya, tidak 35 ribu (angka kasus postif) per harinya, tapi bisa 100 ribu setiap harinya,” ungkapnya.

Jumlah laboratorium terbatas

Menanggapi permintaan bahwa pemeriksaan specimen (testing) sebaiknya menggunakan tes swab PCR, Ketua Relawan Satgas Covid-19 Nasional, Andre Rahadian mengatakan bahwa hal ini memang menjadi sebuah dilema, karena memang semua sepakat bahwa tes swab PCR merupakan gold standard dalam mendeteksi Covid-19. Namun disisi lain, jumlah laboratorium di Indonesia juga terbatas.

“Kemampuan proses PCR test memang butuh waktu dan biaya terkait pengadaan lab-lab di tiap daerah. Tapi Alhamdulillah jika dilihat dari data paling tidak di level propinsi sudah cukup banyak. Oleh karena itu memang sekarang ini dimasukkan TCM (Test Cepat Molekuler) dan antigen karena kita mengejar standar WHO untuk testing ini,” ungkap Andre dalam kesempatan yang sama.

Andre menambahkan, bahwa Satgas Covid-19 Nasional juga menyadari bahwa hasil tes antara specimen PCR, TCM dengan antigen harus dipisah.

“Antigen itu sebenarnya hanya untuk screening dan semua pihak, baik tenaga kesehatan dan pemerintah menyadari itu tapi kita juga mencari terobosan agar screening ini berjalan masif dan affordable,” ujarnya.

Menurut Andre, dilema juga dirasakan ketika mencoba testing PCR sebanyak mungkin. Hal ini karena biaya untuk melakukan test PCR yang mahal, serta untuk mendapatkan hasil dari test tersebut perlu waktu paling cepat enam jam.

“Ini memang tantangan kita dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19. Kita coba masukan antigen dan dalam perjalanan GeNose juga sempat dijadikan standar (pemeriksaan warga yang hendak melakukan perjalanan), tapi belakangan ini sudah tidak dimasukan lagi, dan kita hanya gunakan PCR sebagai syarat,” sebut Andre. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved