Breaking News:

Covid19

Tak Ada Acara Tahlilan Selama Pandemi Covid-19, Percetakan Buku Yasin di Ciputat Minim Pemasukan

saat ini costumer atau pembeli buku Yasin di percetakannya  kadang sama sekali tak ada yang memesan atau membeli dalam waktu sehari.

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Kasus kematian Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) masih ada sampai saat ini, namun hal ini tak berpengaruh dengan penjualan percetakan buku yasin di kawasan Ciputat. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT --- Kasus kematian Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) masih ada sampai saat ini.

Kendati demikian hal ini tidak berpengaruh terhadap penjualan percetakan buku yasin di kawasan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti dirasakan Hendra (42). Pengusaha percetakan buku yasin yang sudah berjalan selama lima tahun ini kini mengalami penurunan penghasilan.

Saat ini omzet  percetakannya yang diberi nama Gheananta Cahaya Abadi tersebut mengalami penurunan yang tajam, semenjak awal pandemi Covid-19 muncul. 

Pendapatannya saat ini mengalami penurunan yang sangat tajam.

Tak ayal dirinya kesulitan dana untuk membayar semua pengeluaran kebutuhan.

"Kalau untuk penjualan mengurang ya," ungkapnya di Ciputat, Tangsel (30/7/2021)

Saat ini harga bahan-bahan kertas untuk  mencetak buku Yasin juga selalu meningkat.

Ia mengklaim untuk saat ini costumer atau pembeli buku Yasin di percetakannya  kadang sama sekali tak ada yang memesan atau membeli dalam waktu sehari.

Hal ini disebabkan karena disaat pandemi  ini pemerintah sedang memberlakukan peraturan untuk tidak diperbolehkan berkerumun.

Kebijakan ini guna menurunkan penularan virus Covid-19, sehingga saat ini jarang sekali ada orang-orang yang mau membuat buku Yasin.

"Harga bahan baku naik terus, tapi pembeli nggak ada,"ujarnya.

Saat ini pembelian buku Yasin saat pandemi berkurang 70 persen ketimbang hari biasa.

Penurunan minat konsumen untuk membeli buku yasin tak hanya saat PPKM berlangsung saja, namun juga sudah berjalan semenjak awal pandemi.

Pendapatan di percetakannya ini tak menentu setiap harinya.

Ditambah lagi tempat usaha percetakan Hendra berada di lingkungan di kawasan industri percetakan, sehingga daya saing yang cukup kuat.

Ia mengungkapkan jika dirinya untuk saat ini belum bisa mengatasi kekurangan pemasukan yang ia rasakan saat ini.

Untuk sekarang yang bisa dikerjakan percetakan ini hanya membuat buku-buku Bon, jika untuk cetakan yang bersifat mengundang, seperti undangan atau buku Yasin, sudah jarang diminati masyarakat. 

Baca juga: Salurkan Beras 10 Kilo ke Tiap Warga, Kasudinsos Jakarta Pusat: Hasil Bantuan Jangan Dijual Lagi

Baca juga: Temuan Kasus Pungli Bansos di Tangerang, Arief Wismansyah: Pemkot Dukung Upaya Mensos Risma

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved