Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Pinangki Belum Dieksekusi, Boyamin Saiman: Diistimewakan, Diduga Kamar Tahanannya Lebih Bagus

Boyamin mengaku tidak heran jaksa penuntut umum (JPU) terkesan lambat memproses ekseskusi Pinangki.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari diperlakukan istimewa, sejak pertama kali ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari diperlakukan istimewa, sejak pertama kali ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.

Boyamin mengaku tidak heran jaksa penuntut umum (JPU) terkesan lambat memproses ekseskusi Pinangki.

Sebab, sejak awal, kata Boyamin, Pinangki mendapatkan perlakuan istimewa dari Kejaksaan.

Baca juga: 90.552 Pasien Wafat, Satgas Minta Orang Positif Covid-19 dengan Kriteria Ini Jangan Isolasi Mandiri

Ia pun mendapatkan informasi kamar tahanan Pinangki diduga berbeda dari tahanan lainnya di Rutan Kejaksaan Agung.

"Untuk Pinangki apa pun diistimewakan."

"Karena diduga isi kamarnya berbeda dengan yang lain, dan tidak segera dipindah ke lapas setelah tidak kasasi."

Baca juga: Hukuman Djoko Tjandra Dikorting Setahun, Boyamin Saiman Nilai Hakim Tersandera Vonis Pinangki

"Berbedanya, karena diduga lebih bagus dari kamar tahanan yang lain," kata Boyamin saat dikonfirmasi, Sabtu (31/7/2021).

Dia juga menolak pembelaan JPU yang bilang belum dieksekusinya Pinangki lantaran masalah administratif.

Sebaliknya, ini menjadi bukti keengganan JPU untuk mengeksekusi Pinangki.

Baca juga: Minta Tokoh Agama Kampanyekan Ketenangan, Mahfud MD: Covid-19 Seperti Penyakit Lain, Ada Obatnya

"Kalau memang eksekusi itu hanya administrasi, sehari selesai."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved