Breaking News:

Berita Tangerang

Korban Kekerasan Anak di Pamulang Kerap Menangis dan Tertawa Saat Ingat Kekejaman Ayah Kandung

Korban kekerasan anak di Pamulang kerap menangis hingga tertawa dengan sendirinya tatkala mengingat perilaku bengis yang dilakukan ayah kandungnya.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Korban Kekerasan Anak di Pamulang Kerap Menangis dan Tertawa Saat Ingat Kekejaman Ayah Kandung. 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Korban kekerasan anak di Pamulang kerap menangis dan tertawa saat ingat kekejaman ayah kandung.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel)  melakukan pemeriksaan kepada W (15) beserta ibu kandung dan pamannya. 

Pemeriksaan tersebut berkaitan proses kelanjutan dari penyelidikan kasus kekerasan anak di bawah umur yang dialami W oleh ayah kandung dan ibu tirinya di kawasan Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangsel

"Betul ada tiga orang, ibunya korban, mamangnya korban, sama korban dari jam 3 sore pemeriksaan. Tadi ada yang ngebel dari pihak Polres ke keponakan saya disuruh datang," kata Asna Nurjaya (45) selaku pihak keluarga korban kepada Wartakotalive.com saat ditemui di kawasan Mapolres Tangsel, Serpong, Jumat (30/7/2021).

Asna menjelaskan, saat ini kondisi korban masih dalam trauma mendalam akibat kekerasan yang dialaminya. 

Baca juga: Video Viral Mobil Sedan Halangi Laju Ambulans di Kota Tangsel, Ini Pengakuan Kernet Ambulans

Bahkan, kata ia, sang keponakannya itu kerap menangis hingga tertawa dengan sendirinya tatkala mengingat perilaku bengis yang dilakukan ayah kandungnya tersebut. 

"Kondisi korban sekarang masih sok, jadi ada keluhan kuping sebelah kiri kurang pendengaran, di kepala pembengkakan, dan di leher merah bekas cekikan, di bibir sobek bekas pukulan itu semua sudah di visum sudah di laporkan kepada pihak berwajib," jelasnya. 

Diketahui, gadis berusia 15 tahun berinisial W alami tindak kekerasan oleh ayah kandung dan ibu tirinya saat berada di kawasan Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin, 26 Juli 2021 dini hari. 

Kabar tersebut dibenarkan oleh pihak keluarga korban Wahyudi saat dikonfirmasi oleh para awak media.

Bahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib melalui Laporan Polisi Nomor TBL/B/94B/VII/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA pada Selasa, 27 Juli 2021.

Baca juga: Gubernur Lampung Puji Partai Gerindra Terus Berikan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved