Breaking News:

Vaksinasi Covid19

45 Dokter Kandungan Meninggal Akibat Covid-19, POGI Dorong Pemerintah Izinkan Ibu Hamil Divaksin

Ia memaparkan, selain karena beban kerja yang cukup berat, dokter kebidanan ini juga tertular dari pasien mereka.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com/Wikimediacommons
Sebanyak 45 dokter kandungan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. 

Vaksinasi terhadap ibu hamil diharapkan dapat menekan angka kesakitan dan kematian para ibu hamil karena terpapar Covid-19.

Bersama Kementerian Kesehatan dan BKKBN, POGI sedang menyiapkan formulir pencatatan pemantauan ibu hamil yang mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca juga: Kemenlu dan Pemprov Jateng Usulkan Ali Sastroamidjojo Jadi Pahlawan Nasional

"Semoga nanti petunjuknya segera dikeluarkan."

"Tidak ada lagi ibu hamil itu masuk dalam kriteria enkslusi untuk dilakukan vaksinasi."

"Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa dikeluarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi ibu hamil," harap Prof Budi.

Baca juga: Interpol Sudah Terbitkan Red Notice, KPK Berharap Bisa Segera Tangkap Harun Masiku

Bersama ITAGI dan Kemenkes, POGI sudah menyepakati formulir skrining maupun kartu kendali bagi ibu hamil sebelum menerima vaksin.

"Boleh atau enggak boleh mendapatkan vaksin."

"Untuk memastikan tidak ada tanda-tanda preklamsia berat, kalau yang lain-lain saya kira tidak ada masalah, sama persis dengan kelompok lain," tuturnya.

Baca juga: Indonesia Kembangkan Vaksin Covid-19 Berbasis DNA, Kini Sedang Tahap Finalisasi Bareng WHO

Kemudian, pasca-vaksinasi, ibu hamil harus dilakukan pemantauan dan pencatatan, bagaimana perkembangan bayi sampai persalinan.

Untuk jenis vaksin yang boleh digunakan, ia mengatakan Pfizer dan AstraZeneca memiliki kelebihan, karena tersedianya data penelitian terkait ibu hamil.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved