Breaking News:

VIDEO Rumah Duka Tidak Menerima Jenazah Tanpa Hasil Tes Swab

Pengalaman tidak mengenakan itu dialami Chika (25) saat mengurus jenazah tantenya yang meninggal di rumah karena sakit paru-paru.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Murtopo

Sementara itu Ketua Himpunan Bersatu Teguh Andreas Sopiandi menjelaskan sesuai ketentuan Pemprov DKI Jakarta, krematorium TPU Tegal Alur memang diprioritaskan untuk jenazah Covid-19.

Baca juga: Kapolres Metro Depok Imbau Masyarakat Hati-Hati dengan Surat Swab Antigen Palsu, Ini Bedanya

Namun, dalam praktiknya, kerap ditemukan satu dua kasus jenazah yang masih diduga meninggal karena terpapar kasus Covid-19.

Misalnya saja sebelum meninggal jenazah itu sempat kontak erat dengan pasien Covid-19.

"Karena rumah sakit tidak bisa lakukan pemeriksaan Covid-19, maka diperkenankan dikremasi disini," jelas Andreas ditemui di TPU Tegal Alur, Kamis (29/7/2021).

Sehingga kata Andreas, pihaknya menerima jasad yang belum jelas status positif atau negatif Covid-19 dari tes PCR atau swab antigen.

Sebab kata Andreas, terpenting saat pandemi ini ialah melayani dulu masyarakat yang membutuhkan.

Namun Andreas memastikan bahwa rata-rata jenazah yang dikremasi ialah karena terpapar Covid-19. Karena mayoritas datang dari rumah sakit.

"Jadi kami kremasi jasad yang tidak jelas Covid atau tidak tapi sifatnya kami adalah mau melayani," tuturnya.

Selama hampir sepekan beroperasi sejak Sabtu (24/7/2021), krematorium TPU Tegal Alur sudah mengkremasi 42 jenazah.

Setiap harinya tujuh jenazah dikremasi dengan estimasi satu jenazah memakan waktu 75 menit hingga dua jam untuk proses kremasi.

Krematorium TPU Tegal Alur beroperasi sejak pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Selama jam operasi, tidak henti-hentinya alat kremasi tersebut bekerja mengkremasi jenazah. (m24)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved