Breaking News:

VIDEO Kejari Kabupaten Tangerang Tetapkan Dua Tersangka Penyimpangan Dana Bansos PKH

Keduanya merupakan pendamping Desa Sodong, Desa Tapos, Desa Pasir Nangka Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Murtopo

Laporan Wartawan, WARTAKOTALIVE.COM, Gilbert Sem Sandro

WARTAKOTALIVE.COM, Tigaraksa - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang menetapkan dua orang tersangka penyimpangan bantuan sosial (Bansos) yaitu Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Bahrudin mengatakan, kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka setelah memanggil dan memeriksa 4000 saksi pada September 2020 lalu, pelaku berinisial DKA dan TS.

Keduanya merupakan pendamping Desa Sodong, Desa Tapos, Desa Pasir Nangka Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Para tersangka tersebut, menjalankan aksinya dengan menggunakan modus memotong dan mencairkan ATM penerima manfaat di BRI link, pada tahun 2018 dan 2019 lalu.

Baca juga: Sebelum Memotong Rp 50.000 Uang Bansos, Kuseri Minta Izin dahulu pada Warga

Baca juga: Kartu Vaksin Jadi Syarat Ambil Bansos Non Tunai, Warga Utan Panjang Kemayoran Mendadak Ikut Vaksin

"Kedua tersangka akan dilakukan penahanan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang," ujar Bahrudin saat memberikan keterangan, Kamis(29/7/2021).

Ribuan saksi yang diperiksa penyidik, dan alat bukti yang dikumpulkan, kedua tersangka terindikasi kuat melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan pemotongan bantuan, yang seharusnya diterima utuh oleh penerima yang merupakan warga miskin ditengah pandemi Covid 19.

"Untuk sementara kami tahan dua orang dahulu, kita akan proses karena ini jelas merugikan rakyat miskin, dan merupakan efek jera bagi pendamping PKH yang lainnya," kaya Bahrudin.

Baca juga: Arief Wismansyah: Laporkan Bila Ada Oknum yang Memotong Bansos, Identitas Masyarakat Kami Rahasiakan

Baca juga: Temukan Pungli Bansos di Kota Tangerang? Laporkan Lewat Nomor Hotline di Sini

Sementara ketua LSM Kompak Retno Juarno, mengapresiasi kinerja Kejari Kabupaten Tangerang dalam membongkar kasus yang merugikan masyarakat ini.

Menurut aktivis Kabupaten Tangerang tersebut, perbuatan oknum pendamping PKH itu sangat mencoreng Pemerintahan disaat situasi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini.

"Kami berharap agar penyimpangan lain selain PKH diusut, karena disinyalir masih terdapat oknum yang bermain di bansos ini, baik di program PKH, maupun di program bantuan pangan non tunai ( BPNT), dan program-program bansos lainnya," papar Retno Juarno.(m28)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved