Breaking News:

PPKM Darurat

Keterisian Rumah Sakit 60 Persen, Rahmat Effendi: PPKM Level 4 di Bekasi Kemungkinan Diturunkan

Keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di bEKASI mulai menurun sejak gelombang kedua terjadi pada awal Juli lalu.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan, keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di wilayahnya mulai menurun sejak gelombang kedua terjadi pada awal Juli lalu. Foto dok: Rahmat Effendi sebut vaksinasi Covid-19 pelajar SMP Kota Bekasi digelar di Sekolah Awal Agustus 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan, keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di wilayahnya mulai menurun sejak gelombang kedua terjadi pada awal Juli lalu.

"Sekarang ini kita kalau saya lihat data terakhir kemarin itu angka kesembuhan kita udah naik lagi 90 persen lebih kan alhamdullilah, BOR rumah sakit kita udah 60 persen," kata Rahmat saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Jumat (30/7/2021).

Oleh sebab itu, ia menilai wilayahnya sudah tidak relevan jika masih dikategorikan level 4 dalam penerapan kebijakan PPKM. 

Video: PPKM Level 4 Masih Mungkin Diperpanjang, Mal Teraskota Minta Kelonggaran

Rahmat mengatakan, Kota Bekasi sejak awal sudah melakukan upaya preventif melalui program Siaga RW penanggulangan Covid-19. 

"Kita metodekan bahwa pengendalian dengan pola di tingkat RW, dulukan kita melakukan di Siaga RW sekarang PPKM darurat di tingkat RW, PPKM leveling ternyata itu lebih mudah mendeteksi," katanya.

Namun penetapan level kebijakan PPKM dilihat dari jumlah kasus per 100.000 penduduk.

Baca juga: Alhamdulillah, Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 DKI Jakarta Berkurang

Baca juga: Ahmad Riza Patria: Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta Turun

Kota Bekasi sendiri kini memiliki populasi sebesar 2,5 juta jiwa.

Ditambah letaknya berada di algomerasi epicentrum Covid-19 Jabodetabek, membuat risiko penularan kasusnya cukup tinggi dan masuk kategori level 4. 

"Oleh karena itu menurut saya, leveling 4 ini sekarang sudah tidak relevan, karena penduduk Kota Bekasi banyak," jelasnya. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved