Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

KABAR Duka, Hakim Kembali Pangkas Hukuman Djoko Tjandra, Politisi PKS: Potret Amburadul Hukum

Hakin kembali pangkas hukuman kasus korupsi Djoko Tjandra jadi 3,5 tahun. Politisi PKS Mardani Ali Sera sebut putusan itu dagelan hukum.

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
Kolase Wartakotalive.com/Tribunnews.com/Istimewa
Hakin kembali pangkas hukuman kasus korupsi Djoko Tjandra dari 4,5 tahun menjadi 3,5 tahun. Politisi PKS Mardani Ali Sera sebut putusan itu dagelan hukum dan sebagai potret amburadul hukum Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai telah terjadi dagelan hukum terkait kasus korupsi konglomerat Djoko Tjandra.

Pemangkasan hukum yang dilakukan para hakim menjadi kabar duka penanganan hukum terhadap para koruptor di Indonesia. 

Menurut Mardani Ali Sera, kasus ini telah mencederai rasa keadilan masyarakat dan menghilangkan efek jera pelaku korupsi.

"“Dagelan Hukum” kembali terjadi di depan publik. Pengadilan Tinggi Jakarta memangkas hukuman Djoko Tjandra dari 4,5 tahun menjadi 3,5 tahun penjara," tulis Mardani Ali Sera di akun twitternya, Jumat (30/7/2021) pagi ini.

Fenomena pemangkasan terhadap hukuman koruptor itu  menimbulkan anggapan matinya gerakan antikorupsi.

Selain KPK yg sedang mengendur, kata Mardani, aspek implementasi semangat antikorupsi dalam hal hukuman juga kian mundur.

Menurut Mardani, kasus Djoko Tjandra merupakan masalah extraordinary sehingga dirinya berharap sejumlah penjahat/koruptor lain yang kabur dari Indonesia termasuk yang buron di dalam negeri harus dikejar dan diungkap.

Baca juga: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Sunat Hukuman Djoko Tjandra Jadi 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Baca juga: Ungkit Djoko Tjandra, Rizieq Shihab Bilang Jaksa Jadikan Kasus Prokes Lebih Jahat Ketimbang Korupsi

"Ketika itu saya mengapresiasi penangkapan yang bersangkutan. Banyak pelajaran penting yang bisa diambil seperti rangkaian proses penanganan," kata Mardani.

Tetapi, akhir cerita dari kasus hukum tersebut sangat mengecewakan.

"Ending dari kasus ini secara tidak langsung menjadi potret amburadulnya hukum di negeri kita," ujar anggota Fraksi PKS DPR RI ini. 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved