Breaking News:

PPKM Level 4

Jumlah Penumpang Turun Selama PPKM, MRT Jakarta Andalkan Pendapatan Non Tiket

MRT merupakan salah satu moda transportasi yang terpukul atas penerapan PPKM di berbagai level. Jumlah penumpang anjlok.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ditutup selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mengakibatkan pendapatan turun. 

WARTAKOTALIVE.COM, Pembatasan mobilitas masyarakat yang diberlakukan pemerintah di tengah kasus Covid-19 yang tengah tinggi, membuat rata-rata penumpang MRT Jakarta mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

Tentunya dengan adanya penurunan jumlah penumpang ini, pendapatan MRT Jakarta juga mengalami penurunan, lalu bagaimana MRT Jakarta mengembangkan bisnisnya ditengah pandemi Covid-19 seperti ini.

Baca juga: Pasien Banyak yang Sembuh, Tempat Tidur di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Cuma Terisi 37 Persen

Dirut MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan jika transformasi MRT Jakarta seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya di mana strategi bisnis yang dilakukan yaitu menemukan bisnis baru diluar pendapatan farebox.

"Untuk menutup target pendapatan penumpang ini maka pertama kita maksimal penerima non farebox," ujarnya, Jumat (30/7/2021).

"Sama seperti rumah tangga kan gitu kalo pendapatan 100 per hari mungkin kita bisa belanja 100.000, tapi kalo pendapatan turun 80.000 kita tidak bisa belanja 100.000, tapi 80.000 ini yang kita tekan," imbuh William dalam forum jurnalis secara virtual.

Selain itu MRT Jakarta juga berkomitmen untuk memastikan pendapatan subsidi dari APBD DKI Jakarta itu tetap berjalan sesuai dengan di dalam naskah perjanjian dan seusai dengan peraturan yang berlaku dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan MRT Jakarta.

Meski pendapatan MRT Jakarta berdasarkan tiga hal baik itu farebox, non farebox dan subsidi, pendapatan tersebut tidaklah cukup sehingga, MRT Jakarta juga memalukan efensiesi  di sisi belanja anggaran.

Baca juga: Warga Jatinegara Gotong-Royong Urus Jenazah Covid-19 yang Jalani Isolasi Mandiri

"Kalo tadi belanja kita 100 rupiah misalnya per hari ya sekarang menjadi 75 supaya kita dapat melakukan penghematan. Ini dilakukan agar operasi itu bisa berjalan dengan baik, sehingga di ujung 2021 kita secara kooporasi mencapai kondisi yang sehat," katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh MRT Jakarta dimana pendapat non farebox tahun 2019 sebesar Rp 207,6 miliar, tahun 2020 sebesar Rp. 382,67 miliar sedangkan tahun 202 baru mencapai Rp 258 miliar atau 57,58 persen dari target tahun ini sebesar Rp 450 miliar. 

"Non fare box 2019 Rp 207 miliar, kemudian 2020 dalam kondisi pandemi kita bisa naik di Rp 382,67 miliar jadi tahun lalu yang menyelamatkan bisnis kita ini di bisnis non fare box. Karena tahun lalu pendapatan readership kita sudah menurun kita targetkan 100 ribu penumpang yang kita dapat 70 ribu penumpang," katanya.

Adapun pendapatan non farebox yang dilakukan MRT Jakarta yakni meningkatkan periklanan dalam dan luar stasiun, kerja sama layanan Telco, kerja sama penamaan stasiun, kerja sama payment gateway, dan retail.

William optimis pendapatan non farebox ini bisa memenuhi target Rp 450 miliar. Karena selama PPKM Darurat, pihak MRT Jakarta tetap membuka mitra atau kerja sama dalam bisnis non fare box.

Baca juga: Masjid di Tangsel Gelar Solat Jumat, Ada Jemaah yang tak Memakai Masker saat Penerapan PPKM Level 4

"Kami memaksimalkan CTVT, bangunan yang dimanfaatkan untuk iklan, kemudian kami juga telah mendapatkan mitra baru selain Dana, LinkAja, Ovo, GoPay yang terbaru Astra Pay," ujarnya.

Selain itu, dikatakan William dalam upaya mengandalkan pendapatan non farebox, MRT Jakarta juga membangun co-working space, satu di Bundaran HI dan co-working space di Blok M BCA. Kapasitas co-working ini sebanyak 26 orang yang memiliki fasilitas seperti kantor.

"Jadi nanti setelah PPKM akan kami luncurkan. Kami juga melakukan efisiensi anggaran dan dipastikan tidak terlampau, kalau bisa berhemat," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved