Breaking News:

PPKM Darurat

Didenda Rp 89 Juta, Juy Putri & Hotel Aston Imperial Jadi Penyumbang Terbesar Denda PPKM Kota Bekasi

Selebgram Juy Putri & Hotel Aston Imperial Bekasi Jadi Penyumbang Terbesar Denda Operasi Yustisi Kota Bekasi. Total Denda Terkumpul Capai Rp 142 Juta

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Artis Tik tok Juy Putri menjalani sidang tipiring di Kantor Kecamatan Bekasi Utara, Kamis (29/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah menjelaskan total sanksi denda operasi yustisi dalam rangka penegakkan PPKM Darurat mencapai Rp142,6 juta.

Sanksi denda tersebut diperoleh dari sembilan kali kegiatan sidang tindak pidana ringan sejak PPKM Darurat diberlakukan pada 3 Juli lalu.

"Total hingga saat ini, total sanksi denda yang diperoleh sebesar Rp142.625.000. Terakhir kemarin adalah kegiatan sidang yang kesembilan," ucap Abi saat dikonfirmasi pada Jumat (30/7/2021).

Terbaru, Sidang tipiring yang digelar di Kantor Kecamatan Bekasi Utara pada Kamis (29/7/2021).

Dalam siadang tersebut, digelar persidangan sebanyak 11 kasus perkara, di mana mayoritas dari mereka merupakan pihak perusahaan yang ditengarai melakukan pelanggaran PPKM darurat.

"Kemarin ada 11 perkara yang memang operasinya dilakukan di hari-hari sebelumnya. Hanya satu orang saja yang merupakan perorangan, kami denda Rp 20.000, sisa perusahaan dengan denda beragam," ujarnya.

Baca juga: Pemprov DKI Libatkan Satgas RT Sidak Sertifikat Vaksin Pembeli dan Pengelola Warteg di Ibu Kota

Sanksi denda sidang yang kemarin lanjutnya, juga dihadiri oleh selebgram Juy Putri dan pihak hotel selaku penyelenggara acara pesta ultah.

Keduanya didenda sebesar Rp 89 juta.

"Kalau kami sandingkan dengan data dari 8 sampai 26 Juli, sebesar Rp 53,6 juta, sedangkan kemarin berjumlah Rp 89 juta. Sehingga total (denda) sampai hari ini Rp 142.625.000 dan masuk ke kas negara," kata Abi.

Abi meminta agar masyarakat tak menyalahartikan penindakan yang dilakukan pihaknya.

Ada pun penindakan dimaksudkan untuk menekan angka laju perkembangan kasus Covid-19.

"Pemkot Bekasi dalam melakukan penindakan tidak pernah bermaksud untuk mencari uang, tidak. Ini biar jadi contoh dan warning untuk yang lainnya sama-sama. Tujuannya semata-mata agar bagaimana Covid-19 bisa kami tekan. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan," ujar Abi. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved