Breaking News:

Kriminalitas

Beracun dan Berpotensi Meledak, Modifikasi Apar Jadi Tabung Oksigen Medis Terlarang Dilakukan

Beracun dan Berpotensi Meledak, Polisi Tegaskan Modifikasi Tabung Apar Jadi Tabung Oksigen Medis Terlarang Dilakukan

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menujukan barang bukti kasus modifikasi tabung apar menjadi tabung oksigen medis di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (30/7/2021). 

Selain mengamankan 114 tabung dari pelaku kata Yusri juga diamankan barang bukti lainnya mulai dari stiker dan kardus, untuk menandakan bahwa tabung oksigen adalah asli dan baru.

"Dari pengakuan pelaku, ia sudah menjual sekitar 20 tabung, dengan harga satu tabung Rp5 Juta. Artinya sudah Rp100 juta, uang didapat pelaku dalam praktek ilegal selama satu dua bulan ini," katanya.

Namun kata Yusri pihaknya masih mendalami lagi kemungkinan pelaku sudah menjual lebih dari 20 tabung.

"Tersangka WS ini adalah sarjana akuntansi, yang bekerja di tempat pengisian tabung oksigen. Saat tabung apar ia ubah dan kosongkan, ia mengisinya di tempat pengisian oksigen ditempat lain," kata Yusri.

Baca juga: Sandiaga Uno Minta Pelaku Usaha Parekraf Tebar Harapan untuk Bangkit Bersama Lewati Badai Pandemi

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis meminta kepada masyarakat yang merasa pernah membeli tabung oksigen medis lewat akun facebook Erwan 02, milik tersangka WS, agar tidak menggunakan dahulu tabung tersebut.

"Karena bisa sangat berbahaya jika digunakan. Yakni bisa beracun atau kemungkinan meledak," katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang pernah membeli tabung oksigen dari tersangka melaporkannya ke pihaknya atau ke kepolisian setempat.

Karena perbuatannya, tambah Auliansyah, tersangka WS dijerat dengan UU Kesehatan dan Pasal 113 UU Perdagangan. Yang ancamannya hingga di atas lima tahun penjara. (bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved