Breaking News:

Kriminalitas

Sindikat Pemalsuan Surat Hasil Tes PCR Terkuak, 6 Pelaku Diringkus Polda Metro Jaya & Polres Jaksel

Sindikat Pemalsuan Surat Hasil Tes PCR di Ibu Kota Terkuak, Enam Pelaku Diringkus Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Achmad Akbar di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (29/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Achmad Akbar mengungkap fakta baru terkait kasus pemalsuan surat hasil tes PCR yang dirilis pada Selasa (27/7/2021) lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengamankan dua tersangka kasus pemalsuan surat hasil tes PCR.

Kedua tersangka berinisial J dan ID ditangkap di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Tidak Kunjung Jera, Hotel G2 Kembali Tawarkan Belasan Terapis Siap Dibooking di Tengah Masa PPKM

Di tempat lain, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga meringkus empat pelaku praktik pemalsuan surat swab PCR dan sertifikat vaksinasi di Jakarta.

Keempat pelaku itu berinisial ESVD, AR, BS, dan seorang anak di bawah umur, sedangkan satu pelaku lain masih dalam pengejaran polisi.

Akbar mengatakan, pelaku berinisial ID ternyata terkoneksi dengan tersangka berinisial AR yang saat ini sedang proses penyidikan di Polda Metro Jaya.

Baca juga: Sandiaga Uno Minta Pelaku Usaha Parekraf Tebar Harapan untuk Bangkit Bersama Lewati Badai Pandemi

“Secara figur pelaku ID merupakan warga masyarakat biasa, motifnya ekonomi,” ujar Akbar kepada wartawan, Kamis (29/7/2021)

“Mengenai sindikasi memang dia terkoneksi dengan tersangka lain inisialnya AR yang sekarang sedang proses penyidikan di Polda Metro Jaya. Saya kira sedang ditahan disana. Keduanya terkoneksi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Akbar menyebut pihaknya hanya mendapat 22 file palsu surat hasil tes usap polymerase chain reaction atau PCR Covid-19.

“Kalau dikalkulasikan, nominalnya paling tidak Rp 8-10 juta, tapi kami tak berhenti sampai di situ. Kemunkinan ada jejak digital lain yang akan terus kami gali,” ucap Akbar. (m31)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved