Berita Nasional

Hak Kesehatan Anak Indonesia Belum Terpenuhi, Diantaranya Masalah Gizi dan Akses Layanan Kesehatan

Secara khusus penelitian ini ingin menggambarkan pemenuhan hak kesehatan anak secara makro deskriptif saja.

Dok. Humas Kemensos
Ilustrasi - Lima hak kesehatan anak Indonesia yang belum terpenuhi oleh negara, antara lain: Pertama, hak untuk terbebas dari masalah gizi buruk atau gizi kurang, gizi lebih. Menteri Sosial Tri Rismaharini menghibur anak-anak korban bencana beberapa waktu lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lembaga advokasi kesehatan non-profit Health Collaborative Center (HCC), melakukan penelitian bertajuk Meninjau Pemenuhan Hak Kesehatan Anak.

Penelitian ini melibatkan Bunga Pelangi, MKM selaku Researcher Associate HCC, 36 akademisi, pemerhati atau praktisi, pemangku kepentingan, dan pelaku program perlindungan hak anak dan kesehatan anak Indonesia dari 13 provinsi di Indonesia. 

Founder dan Chairman Health Collaborative Center (HCC) Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, mengatakan penelitian ini dilakukan sebagai bahan untuk mendapatkan makro analisis sehingga HCC berharap dapat merefleksikan kepada negara bagaimana sebenarnya hak kesehatan anak Indonesia setelah 31 tahun negara ini meratifikasi konvensi hak-hak anak dimana Konvensi Hak Anak salah satu komponen terpentingnya adalah memastikan pemenuhan hak kesehatan anak.

“Secara khusus penelitian ini ingin menggambarkan pemenuhan hak kesehatan anak secara makro deskriptif saja, tidak secara detail melihat aspek-aspek pemenuhan kesehatan anak tapi lebih kepada kualitatif saja untuk melihata bahan advokasi apa yang bisa kami sampaikan kepada seluruh pemangku kebijakan, terutama dalam hal ini kepada pemerintah,” ungkap Ray saat konferensi pers virtual Hasil Survei Penelitian Hak Kesehatan Anak Indonesia oleh Health Collaborative Center (HCC), Kamis (29/7).

Founder dan Chairman Health Collaborative Center (HCC) Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK saat konferensi pers virtual Hasil Survei Penelitian Hak Kesehatan Anak Indonesia oleh Health Collaborative Center (HCC), Kamis (29/7).
Founder dan Chairman Health Collaborative Center (HCC) Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK saat konferensi pers virtual Hasil Survei Penelitian Hak Kesehatan Anak Indonesia oleh Health Collaborative Center (HCC), Kamis (29/7). (Wartakotalive/Mochammad Dipa)

Ray menyebutkan, berdasarkan hasil survei penelitian dalam bentuk rangkaian kajian berbasis konsensus ahli dan studi literatur yang dilakukan oleh HCC disimpulkan terdapat lima hak kesehatan anak Indonesia yang hingga kini belum juga terpenuhi oleh negara. 

Baca juga: HAN 2021, Ketua DPRD Kota Bekasi Ajak Orang Tua Agar Lebih Peduli Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Baca juga: Soal Belajar Tatap Muka, Riza: Keputusan Orangtua Menjadi Hal Penting Demi Kesehatan Anak-anaknya

Lima hak kesehatan anak Indonesia belum terpenuhi

Lima hak kesehatan anak Indonesia yang belum terpenuhi oleh negara, antara lain: Pertama, hak untuk terbebas dari masalah gizi buruk atau gizi kurang, gizi lebih.

“Kita sudah familiar dengan yang namanya stunting, anemia, micronutrient deficiencies, belum lagi masalah-masalah gizi lain terkait defisiensi zat gizi yang lain, bahkan ada masalah gizi lebih yaitu obesitas pada anak Indonesia yang makin tinggi. Jadi Indonesia sekarang triple burden (tiga beban masalah gizi) ditambah masalah prematur dan angka ASI eksklusif yang masih rendah belum memenuhi target,” ungkapnya.

Kedua adalah hak untuk mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan secara umum dan layanan kesehatan mental pada anak belum terpenuhi secara optimal.

Menurut Ray, khusus untuk kesehatan anak, layanan kesehatan belum terpenuhi oleh negara.

Baca juga: Ironis, Kasus Kekerasan Terhadap Anak Kembali Terjadi di Tengah Momentum Hari Anak Nasional

Hal ini bisa dilihat dari jumlah dokter spesialis anak di Indonesia masih kurang dari 4.000, sedangkan setiap tahun Indonesia melahirkan 5 juta bayi.

“Jadi lebih dominan angka kelahiran bayi dibandingkan jumlah dokter, begitu juga bidan, apalagi dokter umum pun masih harus handling pasien anak dan pasien umum, itu sebabnya hak untuk mendapatkan akses layanan kesehatan khusus untuk kesehatan anak belum terpenuhi oleh negara,” ujarnya.  

Ketiga, hak pengasuhan dari orang tua dan komunitas yang belum terlindungi.

Adapun hak  pengasuhan yang terkait diantaranya adalah hak untuk mendapatkan perlindungan baik di rumah, di komunitas, di keluarga dan hak pengasuhan terkait bagaimana anak-anak Indonesia bisa tumbuh dengan aman.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved