Prostitusi

Dugaan Praktik Prostitusi di Sebuah Hotel di Kebayoran Lama, Satpol PP Jaksel Siap Telusuri

Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Harmawan menegaskan, pihaknya menelusuri informasi dugaan praktik prostitusi di salah satu hotel di Kebayoran Lama.

Istimewa
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan, Ujang Harmawan menegaskan, pihaknya menelusuri informasi dugaan praktik prostitusi di salah satu hotel kawasan Kebayoran Lama. Foto ilustrasi: Praktik prostitusi. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN LAMA -- Masyarakat melaporkan adanya praktik prostitusi di sebuah hotel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Atas laporan itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan, Ujang Harmawan menegaskan, pihaknya menelusuri informasi dugaan praktIk prostitusi di salah satu hotel kawasan Kebayoran Lama.

Ujang mengungkapkan bahwa Satpol PP bersama Polres Metro Jakarta Selatan akan melakukan pemeriksaan dalam waktu dekat.

"Kita bersama Polres akan periksa, jika ditemukan (prostitusi), kita akan bersurat kepada Suku Dinas Pariwisata untuk menindaklanjuti dugaan tersebut," kata Ujang Harmawan di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Sebelumnya informasi dugaan tindak pidana prostitusi tersebut terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat.

"Informasi ini yang pasti kita akan tindaklanjuti," ungkap Ujang.

Baca juga: Polres Jaksel akan Dalami Dugaan Keterlibatan Praktek Prostitusi Online di Hotel Jaksel

Baca juga: Sejumlah Kondom Ditemukan saat Indekosan di Rawamangun Digerebek, Diduga Tempat Prostitusi

Diketahui, salah satu hotel yang menawarkan layanan pijat itu pernah ditindak Polres Metro Jakarta Selatan karena melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Dari hasil kegiatan kita, ditemukan satu kegiatan yang kami duga melanggar aturan pemerintah yang tertuang dalam instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021, termasuk Keputusan Gubernur Nomor 875 Tahun 2021," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah, Senin (5/7/2021).

Azis mengungkapkan, pihaknya mengamankan pemilik hotel dan belasan terapis dalam penggerebekan tersebut.

"Setelah kita melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, didapatkan 15 terapis pijat dan dikelola oleh satu orang pengelola dengan inisial AC," kata Azis menambahkan.

Baca juga: Satpol PP DKI Jakarta Tutup Wisma di Tamansari karena Jadi Lokasi Prostitusi Anak

Para pelaku tersebut dijerat Pasal 93 Juncto Pasal 9 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kemudian Pasal 14 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara atau denda maksimal Rp100 juta. (Antaranews)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved