Breaking News:

Pungli Bansos

Arief R Wismansyah Minta Kepolisian dan Kejaksaan Tindak Tegas Pelaku Pungli Bansos

Wali Kota Tangerang Arief R Wismanayah gusar melihat ada oknum yang berani memungli bansos di masa pandemi virus corona ini.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Andika Panduwinata
Wali Kota Tangeran Arief R Wismansyah meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus pungli bansos dan menghukum dengan berat. 

Hal serupa dirasakan oleh Maryanih, yang juga menerima BPNT tapi harga barang komponen yang diterima tidak sesuai atau tidak genap Rp 200 ribu per bulan.

Baca juga: BERKAT Kamera CCTV, Albertus Kejar Maling Motor Gunakan Angkutan Umum di Kebonjeruk

"Tadi sudah dihitung oleh Bapak yang dari Satgas Pangan/Mabes Polri harga dari komponen yang diterima hanya Rp 177.000 dari yang seharusnya Rp 200.000, jadi ada Rp 23.000. Coba bayangkan Rp 23.000 dikali 18,8 juta," tambah Risma.

Para penerima BST, BPNT/Program Sembako dan PKH diminta membantu pemerintah agar bantuan bisa sampai kepada penerima manfaat dan tidak ada tindak pemotongan oleh pihak siapapun.

"Tolong bantu kami untuk mengetahui apakah ada pemotongan atau tidak, kalau gini-gini terus tidak bisa selesai urusannya dan kapan warga mau bisa sejahtera," kata Risma.

Risma menemui dan berdialog dengan warga yang sedang antri pencairan BST dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) di Jalan H Diran RT 08/RW 01, Gg Rawa 1, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Baca juga: VIDEO : Kantong Tidak Sehat, Jumasnah Curhat Kepada Kapolda Metro Jaya

Tercatat ada 110 warga penerima bansos yang sedang mengantri pencairan BST tersebut.

"Kita harus berusaha agar berdaya dan tidak selamanya menjadi penerima bansos. Misalnya di Kota Surabaya itu ada namanya kampung kue dan kampung lontong yang memang fokus membuat kue dan lontong," jelasnya.

Tidak hanya itu, Risma pun memotivasi agar penerima bansos mau berubah melalui program kewirausahaan seperti beternak ayam dan memelihara ayam petelur.

"Saya selalu semangat memotivasi masyarakat agar mau berubah melalui program usaha produktif di antaranya beternak ayam maupun memelihara ayam petelur yang hasilnya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," tandasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved