Breaking News:

Virus Corona

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Lokasi Tempat Isolasi Pasien OTG

Pulogadung menyediakan tujuh tempat isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Hertanto Soebijoto
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Camat Pulogadung Bambang Pangestu menjelaskan, tempat tersebut disediakan apabila rumah warganya tidak memadai untuk isolasi mandiri. Foto dok: Camat Pulogadung Bambang Pangestu, Jumat (10/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, PULOGADUNG - Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur menyediakan tujuh tempat isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG.

Tujuh lokasi itu disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penyebaran Covid-19.

Camat Pulogadung Bambang Pangestu menjelaskan, tempat tersebut disediakan apabila rumah warganya tidak memadai untuk isolasi mandiri.

Tujuh tempat itu berada di GOR Pulogadung, GOR Rawamangun, Gedung KNPI, Wisma Sangkrini, dan tiga lokasi Sasana Krida Karang Taruna (SKKT).

"Untuk kapasitasnya tentu berbeda-beda, tapi yang paling besar kapasitas itu GOR Pulogadung dengan daya tampung 100 orang," ucap dia, Kamis (29/7/2021).

Menurut Bambang, pihaknya sudah menyiapkan juga sarana dan prasarana di tujuh tempat isolasi tersebut.

Baca juga: Pjs Bupati Bekasi Dorong Pengelola Kawasan Industri Gotong Royong Bangun Tempat Isolasi Terpusat

Baca juga: Seluruh Pasien Isolasi Mandiri Sembuh, Masjid KH Hasyim Asyari Ditutup Sebagai Tempat Isolasi

Kemudian, tenaga kesehatan juga sudah disiapkan guna memantau kesehatan para pasien Covid-19 tanpa gejala.

"Untuk persiapan tempat tidurnya sudah 60 persen, tapi untuk persiapan sarana dan prasarana lainnya sudah 100 persen," ujar Bambang.

"Kalau yang di GOR Rawamangun persiapan tempat tidurnya baru 70 persen dan kapasitas untuk 30-40 orang," sambung dia.

Baca juga: Pesantren Modern PKP Ciracas akan Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Mandiri, Dilengkapi Tenaga Kesehatan

Sarana dan prasarana yang sudah siap diantaranya kamar mandi, alat pemantau saturasi oksigen, handsinitezer, tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu.

"Mereka akan dipantau oleh tenaga medis dari Sudin Kesehatan Jakarta Timur," jelas dia. (m26)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved