Breaking News:

VIDEO Pasutri Pemalsu Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Ditangkap di Kawasan Puncak, Beraksi Sejak 2020

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan keduanya memalsukan dokumen seperti KTP, NPWP hingga sertifikat vaksin Covid-19

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Murtopo

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Junianto Hamonangan

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK -- Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap pasangan suami istri, AEP dan TS tersangka pemalsu sertifikat vaksin covid-19 di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Pasangan suami istri itu mendapat untung hingga Rp 255 juta setelah menjalankan aksinya sejak bulan April 2020 silam. 

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan keduanya memalsukan dokumen seperti KTP, NPWP hingga sertifikat vaksin Covid-19 sejak bulan April 2020.

"Hingga saat ini sudah meraup hasil kejahatannya diperkirakan mencapai Rp 255 juta," kata Kholis, Rabu (28/7/2021).

Sementara itu selama dua pekan terakhir sebelum ditangkap pada Rabu (21/7/2021) mereka mulai kebanjiran pesanan sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu dan sudah membuat 10 lembar. 

Baca juga: Bikin dan Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Pastri Raup Keuntungan Hingga Rp 255 Juta

Baca juga: Kafe dan Restoran di Ruang Terbuka di Jakarta Boleh Layani Makan di Tempat, Wajib Sertifikat Vaksin

"Adanya niat pelaku memalsukan sertifikat vaksin Covid-19, berdampak terhadap penyalahgunaan kesempatan pada masa PPKM Darurat dan PPKM Level 4 saat ini," kata Kholis.

Tersangka AEP yang merupakan sarjana ilmu komputer dan otak dari pemalsuan dokumen itu melakukannya dengan memanipulasi nomor identitas dan barcode yang dicetak pada kartu.

"Surat vaksinasi Covid-19 palsu ini dibuat untuk mengelabuhi petugas sehingga seseorang dapat lolos dari pengecekan atau penyekatan," ujarnya.

Baca juga: Bukalapak Blokir Akun yang Tawarkan Penjualan Sertifikat Vaksin Covid-19

Baca juga: Cek Sertifikat Vaksin Milik Warga, Polres Metro Bekasi Terjunkan Tim Patroli Vaksin

Sejumlah barang bukti pun disita dari keduanya seperti komputer, printer, puluhan blanko KTP palsu, hingga sertifikat vaksin Covid-19 palsu.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) dan/atau Pasal 32 Jo Pasal 48 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 263 KUHPidana. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved