Breaking News:

Virus Corona

Ungkapan Kekecewaan Tenaga Kesehatan Tangani Covid-19 di Garut, Terima Insentif hanya 40 Persen 

"Kami para nakes di RSUD dr Slamet Garut kecewa karena insentif yang diterima hanya 40 persen saja."

Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
(Ilustrasi) Tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Garut mengeluh atas jumlah insentif penanganan Covid-19 yang tidak diterima secara utuh. Irna (27) bukan nama sebenarnya, salah seorang nakes yang bertugas di RSUD dr Slamet Garut mengatakan dirinya hanya menerima insentif sebesar 40 persen dari yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah telah menjanjikan akan memberikan insentif tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Namun, tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Garut justru mengaku insentif yang diterimanya hanyalah 40 persen dari yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Para nakes Kabupaten Garut itu mengaku kecewa atas insentif yang diterimanya.

Irna (27) bukan nama sebenarnya, salah seorang nakes yang bertugas di RSUD dr Slamet Garut mengatakan dirinya hanya menerima insentif sebesar 40 persen dari yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

"Kami para nakes di RSUD dr Slamet Garut kecewa karena insentif yang diterima hanya 40 persen saja," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.

Baca juga: Mengintip Perkiraan Gaji Wakil Komisaris BRI, Posisi yang Ditinggalkan Rektor UI Ari Kuncoro

Baca juga: Ketika Oknum Satpol PP, Dishub hingga BPBD Kompak Pungli ke Sopir Truk Modus Surat Vaksin Covid-19

PILU, Suami Istri Ini Terpaksa Jual Panci hingga Rice Cooker untuk Beli Beras Akibat Terdampak PPKM

Irna menjelaskan pemberian intensif tersebut tidak adil lantaran beban kerja di rumah sakit rujukan sangatlah besar dibandingkan rumah sakit lainnya.

"Nakes di faskes lain sesuai tapi kok di RSUD dr Slamet Garut yang merupakan rumah sakit rujukan yang setiap menangani pasien Covid-19 cuma nerima 40 persen," ucapnya.

Selain itu beberapa nakes di Garut pun menyerbu akun Instagram Wakil Bupati Garut Helmi Budiman yang sebelumnya mengunggah informasi mengenai insentif untuk para nakes yang bertugas di RSUD dr Slamet Garut.

"Alhamdulillah insentif untuk para Nakes baik yang berada di Puskesmas maupun Di Rumah Sakit Umum dr Slamet Sudah Cair," tulis Helmi dalam unggahannya.

Sontak unggahan tersebut direspons beragam komentar oleh pengguna Instagram lainnya.

"Sedang berduka pa wabup.. Karena yg masuk rekening tidak sesuai yg ditetapkan kemenkes’, tulis akun @azhar_avantgardemedicalgarut.

Humas RSUD dr Slamet Garut, Cecep Ridwan mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terkait pengurangan insentif tersebut.

"Saya lagi sakit jadi belum dapat info, nanti sama saya dikroscek," ucapnya Cecep saat dimintai konfirmasi oleh Tribunjabar.id.

Baca juga: CATAT! Terbitkan Aturan PPKM Level 4, Anies: Pasar Buka hingga Pukul 13.00, Swalayan Sampai 20.00

Baca juga: HATI-HATI! Penggunaan Narkoba di Tengah Pandemi Meningkat 45.227 Kasus, Pengedar Manfaatkan Situasi

Baca juga: Hasil Tes PCR Tetap Positif Setelah 2 Minggu, Perlukah Tes Ulang? Berikut Penjelasan dari WHO

Pencairan insentif tersebut sudah mulai disalurkan ke rekening masing-masing penerima sejak Selasa (27/7) dengan nominal Rp 8 juta rupiah untuk Dokter Spesialis, Rp 4,7 juta untuk dokter umum, Rp 3 juta rupiah untu perawat dan Rp 2.55 juta untuk nakes lain. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Tenaga Kesehatan di Garut Pertanyakan Insentif Penanganan Covid-19 yang Tidak Diterima Penuh.
Penulis: Sidqi Al Ghifari 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved