Breaking News:

Kasus Mafia Tanah

Sidang Lanjutan Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektar di Pinang, Majelis Hakim Hadirkan Pejabat BPN

Sidang Lanjutan Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektar di Pinang, Majelis Hakim Hadirkan Pejabat BPN. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Polres Metro Tangerang Kota, Jalan Daan Mogot, Tangerang, Selasa (13/4/2021). Dia menjelaskan kasus mafia tanah di Alam Sutera, Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektar di Kunciran dan Cipete, Pinang, Kota Tangerang kembali bergulir di Pengadilan Negeri Kota Tangerang pada Rabu (28/7/2021). 

Dalam sidang yang digelar secara tatap muka dan virtual itu dihadiri belasan orang warga yang menjadi korban. 

Sembari membentangkan spanduk, mereka meminta Ketua Hakim PN Tangerang, Nelson Panjaitan menghukum kedua terdakwa kasus mafia tanah, yakni Darmawan (48) dan Mustafa Camal Pasha (61).

Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektar di Pinang, Saksi Beberkan Modus Kedua Terdakwa

Walau sidang diwarnai dengan orasi, sidang keenam tersebut berlangsung kondusif.

Dalam sidang ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menghadirkan dua saksi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). 

Antara lain, Edy Dwi Daryono yang menjabat sebagai Kepala Seksie Sengketa dan Konflik Pertanahan untuk BPN Kota Tangerang. 

Saksi selanjutnya, mantan Kepala Seksi Pengumpulan dan Pendaftaran Tanah untuk BPN Kota Tangerang pada periode 1994-1997, Liking Sudrajat.

Liking Sudrajat ini merupakan orang yang tanda tangannya dipalsukan terdakwa dalam sertifikat Hak Guna Bangunan 1-9. 

Baca juga: Majelis Hakim Tolak Keberatan Terdakwa, Kasus Mafia Tanah 45 Hektare di Pinang Dilanjutkan

Sebelum menjalani sidang para saksi disumpah menurut keyakinan dan diatas kitab suci masing-masing.

Dalam persidangan kedua saksi dicecar banyak pertanyaan mengenai kasus tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved