Breaking News:

Pemkot Jakarta Pusat Minta Pemilik Tempat Makan Ikut Awasi Pengunjung yang Makan di Tempat

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma meminta pemilik tempat makan ikut mengawasi aturan makan di tempat 20 menit selama PPKM Level 4 berlaku.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Wali kota jakarta pusat, Dhany Sukma saat mengunjungi lokasi vaksinasi di Masjid Al-Makmur, Tanah Abang, Rabu (28/7/2021), siang (Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu) 

WARTAKOTALIVE.COM,GAMBIR - Pemerintah Kota Jakarta Pusat meminta pemilik usaha tempat makan untuk membantu pengawasan pengunjung yang makan di tempat saat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat.

Seperti dalam aturan PPKM level 4, tempat makan diperbolehkan untuk melayani pengujung untuk makan ditempat hanya saja diberikan batas waktu hingga 20 menit. Hal ini mengantisipasi terjadi penularan Covid-19.

Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma meminta masyarakat untuk dapat mencermati aturan 20 menit makan ditempat itu.

Baca juga: Pembatasan Makan di Tempat 20 Menit, Polda Metro Jaya: Kalau Warungnya ada 1.000, Habis Semua Polisi

Sebab secara garis besar aturan itu dibuat agar masyarakat tidak berlama-lama berada di tempat makan dalam kondisi tidak mengenakan masker.

"Sebetulnya 20 menit, 10 menit itu kan kesadaran kita. Pembatasan waktu makan itu sesungguhnya adalah untuk meyakinkan bahwa kita jangan berlama-lama untuk tidak bermasker," kata Dhany Sukma ditemui, Rabu (28/7/2021).

Dikatakan Dhany, biasanya durasi untuk makan tidak berlangsung lama, namun justru kegiatan untuk mengobrol satu dengan yang lainnya justru menghabiskan waktu yang cukup lama.

Baca juga: VIDEO Wali Kota Bekasi Tanggapi Aturan Baru PPKM Level 4 Makan di Warteg Diberi Waktu 20 Menit

Hal ini salah satu yang dikhawatirkan mempercepat penularan Covid-19.

Sebab, kebanyakan masyarat ketika selesai makan, banyak diantaranya tidak kembali mengenakan masker.

Droplet bisa aja terjatuh dan justru berpotensi menimbulkan penularan yang justru tidak diinginkan.

"Kebanyakan interaksi komunikasi sambil makan ini yang lama. Intinya setelah makan pergi lah, kalo perlu sebelum 20 menit selesai pergi, gak usah tu nongkrong nongkrong, ngobrol-ngobrol, karena yang dikhawatirkan itu dropetnya," katanya.

Baca juga: Pastikan Aturan Makan di Tempat Dipatuhi, Satpol PP Jaktim Bakal Razia Restoran Secara Acak

Terkait pengawasan aturan itu, Dhany meminta pemilik tempat makan juga harus memiliki kesadaran dan kedisiplinan yang lebih tinggi terkait aturan itu.

Untuk itu ia juga berharap pemilik tempat makan turut serta mengawasi. Sebab tak mungkin petugas dapat memantau semua tempat makan yang ada.

"Untuk mengawasan seperti itu ya minimal pengelola dapat mengingatkan pengujungnya jika sudah 20 menit ya suah stop. Kan tidak mungkin kami awasi satu persatu. Jadi pemilik restoran, warteg kalo emang udah lama ya stop," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved