Breaking News:

Berita Nasional

Gandeng UNIDO, KLHK Sosialisasikan Bahaya dan Upaya Pengelolaan Senyawa PCBs Pemicu Kanker

Gandeng UNIDO, KLHK Sosialisasikan Bahaya dan Upaya Pengelolaan Senyawa Polychlorinated Byphenyls (PCBs) Pemicu Kanker. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Esam Alqararah dalam webinar yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama United Nations Industrial Development Organization/UNIDO pada Selasa (27/7/2021). 

Hal ini merupakan upaya Indonesia dalam mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Pengelolaan dan Pemusnahan PCBs Berwawasan Lingkungan sebagaimana diamanatkan oleh Konvensi Stockholm.

“Langkah-langkah dan tahapan Pengelolaan PCBs Berwawasan Lingkungan diatur lebih teknis melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Polychlorinated Biphenyls, yang telah diundangkan sejak 30 Desember 2020 lalu,” ujar Rosa Vivien.

Baca juga: Gelar Pesta Ulang Tahun di Tengah Penerapan PPKM Level 4, Selebgram TikTok Bakal Disidang

Untuk itu, diperlukan upaya edukasi guna meningkatkan pemahaman dan pengelolaan yang baik agar akibat buruk dari PCBs dapat dihindari.

Peningkatan edukasi masyarakat pada umumnya dan dunia usaha pada khususnya menjadi sasaran utama kegiatan webinar kali ini.

“Kegiatan webinar ini menjadi penting sebagai media penyampaian informasi mengenai bahaya PCBs serta langkah-langkah apa saja yang telah pemerintah Indonesia lakukan untuk memitigasi dampak negatifnya”, tegas Rosa Vivien.

Esam Alqararah, UNIDO Representative for Indonesia and Timor Leste mengatakan bahwa UNIDO mendukung upaya Indonesia dalam menghapuskan serta mengurangi penggunaan PCBs sejak tahun 2013.

“Inisiatif yang kami jalankan berfokus pada pengenalan pengelolaan PCBs berwawasan lingkungan, inventarisasi sumber PCBs dan juga pemusnahan PCBs yang teridentifikasi," jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya berupaya mengusung teknologi pengolahan PCBs yang ramah lingkungan, dan mampu mengubah karakteristik PCBs hingga pada level aman sesuai dengan standar Konvensi Stockholm.

"Hal ini penting untuk diperhatikan sebagai tindakan kolektif yang dapat berkontribusi pada penghapusan PCBs dan juga pencapaian SDG di Indonesia,” ujar Esam.

Dalam kesempatan tersebut, Esam Alqararah mengajak masyarakat untuk mulai memulihkan ekosistem dengan bertindak secara bertanggung jawab serta menghidari pencemaran lingkungan dari bahan kimia berbahaya.

“Harta yang paling berharga adalah lingkungan hidup kita, jangan menunggu sampai besok, mari kita mulai memulihkan ekosistem dari hari ini,” tutupnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved