Breaking News:

Berita Nasional

Gandeng UNIDO, KLHK Sosialisasikan Bahaya dan Upaya Pengelolaan Senyawa PCBs Pemicu Kanker

Gandeng UNIDO, KLHK Sosialisasikan Bahaya dan Upaya Pengelolaan Senyawa Polychlorinated Byphenyls (PCBs) Pemicu Kanker. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Esam Alqararah dalam webinar yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama United Nations Industrial Development Organization/UNIDO pada Selasa (27/7/2021). 

Kebocorannya yang mencemari lingkungan sangat mungkin terjadi, terutama apabila operator tidak memperhatikan aspek keamanan dalam menangani senyawa ini.

Dari beberapa survei lingkungan yang dilakukan di daerah aliran sungai, terutama di daerah yang banyak industrinya, pada beberapa titik pengambilan sampel, PCBs memang ditemukan.

Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektar di Pinang, Majelis Hakim Hadirkan Pejabat BPN

Oleh karena itu, menurut Rosa Vivien pemerintah memiliki kepentingan dan bertanggungjawab untuk menangani permasalahan ini.

Tahun 2008, Indonesia telah memiliki Rencana Implementasi Nasional untuk mengeliminasi dan mengurangi penggunaan Bahan Pencemar Organik, termasuk senyawa PCBs.

Pada tahun 2009, Indonesia ikut meratifikasi Konvensi Stockholm.

Tujuan dari konvensi ini adalah untuk melindungi manusia dan lingkungan dari dampak negatif senyawa-senyawa pencemar organik yang persisten melalui beberapa mekanisme, di antaranya pelarangan dan pemusnahan. 

Baca juga: Kunjungi Posko Peduli Isoman Covid-19 Milik PWNU, Anies Berharap Kebutuhan Warganya Terpenuhi

Konvensi Stockholm telah menetapkan dua global deadlines pada tahapan pemusnahan (phasing-out) PCBs.

Pertama, pada akhir tahun 2025, semua transformator dan kapasitor listrik yang beroperasi tidak boleh mengandung PCBs sama dengan atau lebih besar dari (≥) 50 ppm.

Kedua, pada akhir tahun 2028, semua bahan, limbah, transformator dan kapasitor yang dengan kandungan PCBs ≥50 ppm sudah harus dimusnahkan atau didekontaminasi.

Lebih lanjut Rosa Vivien menyatakan bahwa Indonesia telah melakukan pengembangan kebijakan dan peraturan terkait PCBs.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved