Breaking News:

PPKM Darurat

Secercah Harapan Buat Rumah Makan hingga PKL Pulihkan Pendapatan dengan Penyesuaian Baru PPKM

Secercah harapan bagi warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya dengan adanya perpanjangan PPKM level 4 dari 26 Juli-2 Agustus.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Ramadhan LQ
Rumah Makan Padang Cipete Raya di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (27/7/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK - Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Level 4 dari 26 Juli-2 Agustus 2021 memberi secercah harapan bagi warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya.

Sektor yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka tersebut diizinkan buka hingga pukul 20.00 WIB.

Pengunjung juga sudah boleh makan di tempat atau dine in maksimal waktu 20 menit dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Video: Bikin Heboh Sumbangan Fantastis, Pengusaha Sumbang Rp 2 Triliun

Pasalnya, sebelum penyesuaian baru ini, rumah makan tidak boleh menerima pembeli makan di tempat sehingga mempengaruhi pendapatan.

Hal tersebut diungkapkan Ahyani (32), karyawan Rumah Makan Padang Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

“Pembeli sedikit, jadi mengurangi pendapatan,” ujarnya kepada Wartakotalive.com, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Anies Minta Warganya Tak Lengah saat PPKM Level 4 Dilonggarkan

Baca juga: Wagub DKI Minta Warga Tetap Waspada Penyebaran Covid-19 Saat PPKM Level 4 Dilonggarkan

Ahyani mengaku susah meraih pendapatan Rp 2 juta per hari saat kebijakan PPKM Darurat diberlakukan pada 3-20 Juli lalu.

Mayoritas pembeli yang datang untuk membeli lauk adalah warga biasa, sedangkan dari pesanan online sedikit.

Sebelumnya, RM Padang Cipete Raya dapat meraup Rp 4-5 juta per hari dari hasil pembeli makan di tempat dan bungkus.

“Kami kebanyakan minus. Sebulan ini kami kebanyakan minus,” lanjut pria asal Rangkasbitung, Lebak, Banten itu.

Baca juga: Tekankan Arahan Presiden Jokowi Soal PPKM Level 4, Begini Penjelasan Kabaharkam Polri

Ahyani menambahkan, saat ini RM Padang Cipete Raya mengurangi porsi lauk tertentu seperti rendang dan ayam.

“Kami kurangi (porsinya), misal ayam tadinya 30 potong, sekarang 15 potong. Rendang biasanya 10 kilo, sekarang 5 kilo,” kata Ahyani.

Ia berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu, sehingga pendapatan RM Padang Cipete Raya dan tempat usaha lainnya dapat kembali pulih.

Baca juga: PPKM Diperpanjang Tim Futsal Banten Tidak Kuatir Karena Sudah Persiapan Sejak 2020

“Saya berharap bisa kembali lagi normal, biar pendapatan kami dan juga yang lain bisa pulih lagi,” tambahnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved