Breaking News:

PPKM Darurat

Polresta Depok Buru Panitia Turnamen Sepak Bola di Bojongsari yang Dibubarkan dan Disegel Petugas

Polsek Sawangan membubarkan turnamen sepak bola di Bojongsari, Depok. Peristiwa itu membuat Polresta Depok memburu panitia penyelenggara turnamen.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Polresta Depok Buru Panitia Turnamen Sepak Bola di Bojongsari yang Dibubarkan dan Disegel Petugas. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Polresta Depok buru panitia turnamen sepak bola di Sawangan yang dibubarkan dan disegel petugas.

Turnamen sepak bola terpaksa dibubarkan Polsek Sawangan lantaran digelar di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 Kota Depok hingga 2 Agustus 2021.

Pertandingan tersebut berlangsung di Kelurahan Duren Seribu (Duser), Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Senin (26/7/2021).

Kapolsek Sawangan AKP Meltha Mubarak mengatakan, pihaknya membubarkan turnamen lantaran berbenturan dengan aturan kebijakan PPKM Level 4.

"Setelah membubarkan warga, kami juga melakukan penyegelan lapangan dengan memasang garis polisi," kata Meltha saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Kapolres Metro Depok Imbau Masyarakat Hati-Hati dengan Surat Swab Antigen Palsu, Ini Bedanya

Pembubaran dan penyegelan oleh kepolisian dikatakan Meltha lantaran menimbulkan kerumunan yang melanggar aturan PPKM Level 4, di mana Pemerintah Kota Depok maupun Pusat menyatakan pelarangan kegiatan yang menimbulkan kerumunan di masa PPKM Level 4 yang berlaku sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

"Kami dapat laporan dari warga terkait adanya turnamen sepakbola yang melanggar PPKM Level 4," akunya.

Anehnya, saat polisi mencari panitia atau pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut, tak seorang pun mengaku sebagai panitia.

Baca juga: Dalam Sebulan, Pelaku Cetak 80 Surat Swab PCR Palsu di Depok dengan Biaya Rp 175.000 Per Lembar

Sehingga sampai hari ini, polisi masih terus memburu pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut guna dimintai keterangan.

"Dikarenakan tidak ada yang mengaku sebagai panitia, kami hanya memanggil perwakilan pengurus tim untuk dimintai keterangan dan menyita beberapa piala," tegasnya.

Lurah Duren Seribu Suhendar mengatakan, pertandingan tersebut merupakan kegiatan ilegal lantaran tak mengantongi ijin.

Dirinya juga telah mengingatkan masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan di masa PPKM Level 4.

"Saya sudah sering bilang ke masyarakat kalau tidak boleh bikin acara yang bisa menimbulkan kerumunan, seperti pertandingan ini," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved