Covid19
Pjs Bupati Bekasi Dorong Pengelola Kawasan Industri Gotong Royong Bangun Tempat Isolasi Terpusat
Yang terpapar Covid-19 sebagian besar atau sekitar 80 persen adalah yang menjalani isolasi mandiri di rumah, yang tidak semuanya memadai
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI ---- Pengelola kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diminta menyiapkan tempat isolasi terpusat bagi karyawan, keluarganya dan warga sekitar yang terpapar Covid-19.
Demikian dikatakan Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan saat meninjau sentra vaksinasi di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, pada Senin (26/7/2021).
Dani mengatakan, sekira 80 persen warga terpapar dari pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.
Sebab, kondisi rumah tempat mereka menjalani isolasi tidak representatif atau kondisinya tidak memadai.
"Yang terpapar Covid-19 sebagian besar atau sekitar 80 persen adalah yang menjalani isolasi mandiri di rumah, yang tidak semuanya memadai, sehingga akhirnya terjadi penurunan kondisi, masuk rumah sakit sudah telat, sehingga terjadi naiknya angka kematian," kata Dani, pada Senin (26/7/2021).
Karena itu, Dani menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi, mengambil langkah untuk memfasilitasi pasien yang terpapar Covid-19 di tempat Isolasi secara terpusat.
"Pemda sudah menyediakan hotel-hotel untuk sewa, dan kami juga mendorong agar di setiap kawasan industri menyediakan tempat isolasi terpusat secara gotong-royong dari dana CSR perusahaan," ujarnya.
Dani mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rapat bersama perusahaan dan pengelola kawasan industri.
Mereka menyatakan sepakat untuk bergotong-royong menyiapkan tempat isolasi terpusat di kawasan industri, yang anggarannya diambil dari dana CSR perusahaan.
"Dana CSR itu nanti dikelola oleh Apindo untuk menyelenggarakan pusat isolasi mandiri. Sehingga karyawan (yang terpapar) nanti isolasinya di sana, tidak di rumahnya, yang dikhawatirkan tidak memadai sebagai tempat isoman," ujarnya.
Selain memperbanyak tempat isolasi terpusat, Pemkab Bekasi juga mendorong percepatan program vaksinasi di kawasan industri supaya para pekerja mempunyai imunitas terhadap paparan Covid-19.
"Sesuai dengan pengalaman kita selama ini, bahwa pasien yang terpapar tapi sudah pernah divaksinasi kondisinya lebih ringan," ucapnya.
Dani mengungkap, untuk mempercepat program vaksinasi di kawasan industri, pihaknya akan mengambil vaksin yang sudah disiapkan Kementerian Perindustrian sejumlah 5 juta vaksin untuk Jawa dan Bali.
"Kabupaten Bekasi bertekad, ingin menyerap vaksin (industri) tersebut lebih cepat dan paling duluan. Sehingga mulai Senin ini (26/07), kita akan identifikasi perusahaan mana yang belum melakukan vaksinasi. Mereka tinggal menyiapkan sentra vaksinnya, nanti tim kita turun, dari Dinas Kesehatan dibantu TNI Polri sebagai tim vaksinator," terangnya.
Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan
Kawasan Industri
Covid-19
Stadion Wibawa Mukti
program vaksinasi .
tempat isolasi terpusat
Tujuh Kasus Covid-19 Varian BF.7 di DKI Jakarta, Dinkes Pastikan Penyintas Sudah Sembuh usai Isoman |
![]() |
---|
Sudah Ramai di China, Dinkes DKI Jakarta Yakini Covid-19 Varian BF 7 segera Masuk ke Indonesia |
![]() |
---|
Kasus Positif Covid di Jakarta Capai 2.000, Kadiskes DKI Jakarta Prediksi Puncaknya saat Nataru |
![]() |
---|
Bantah Setiabudi Masuk Zona Merah Covid-19, Camat: Tak ada Warga yang Terpapar |
![]() |
---|
Menkes : Perang Masa Depan Bukan Melawan Manusia, Namun Melawan Mahluk Lain Bernama Virus |
![]() |
---|