Breaking News:

2 Pekerja Bangunan Nekat Pesan Surat Swab Antigen Palsu Supaya Tetap Dapat Kerjaan Saat Sakit

Dua pekerja bangunan mengaku menggunakan surat hasil swab antigen palsu agar dapat bekerja di saat sakit di tengah pandemi Covid-19.

Wartakotalive/Vini Rizki Amelia
Enam tersangka, dua diantaranya wanita yang ditangkap Polres Metro Depok atas kasua pembuat surat hasil swab antigen palsu saat dirilis di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Dua dari enam orang tersangka yang menjadi pengguna dari surat swab antigen palsu mengaku terpaksa mencari surat antigen palsu agar bisa bekerja sebagai pekerja  bangunan.

ME (33) dan AK (27) terpaksa mencari surat swab antigen palsu agar tetap bisa bekerja di tengah pandemi Covid-19.

Sebab, salah satu syarat agar bisa masuk kerja adalah dengan menunjukan hasil swab antigen negatif.

Baca juga: Ini Alasan Tersangka Pembuat Surat Swab Antigen Palsu yang Dibekuk Polres Metro Depok

"Waktu itu saya lagi enggak enak badan, jadi cari swab palsu biar cepet dan bisa kerja, saya kerja bangunan," papar ME kepada wartawan di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021).

ME mengatakan, dirinya kemudian memerintahkan sang istri yakni RR (30) untuk mencarikan orang yang bisa membuat surat antigen palsu atau dengan hasil negatif tanpa perlu melakukan pengetesan.

"Saya diminta dia (suami) untuk dicarikan biar bisa masuk kerja karena saat itu dia lagi sakit, akhirnya saya ketemu sama teman saya yang bisa buatin surat itu," kata RR dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Tak Bisa Perlihatkan Surat Hasil Swab Antigen, 43 Pengendara Dilarang Masuk Wilayah Kabupaten Bogor

Hal yang sama juga dilakukan AK (27) yang merupakan teman ME sesama kuli bangunan.

AK kemudian meminta tolong kepada istri ME untuk dibuatkan surat yang sama agar bisa tetap bekerja yang kemudian RR menghubungi AS yang bisa membuatkan surat antigen palsu.

"Saya baru Sabtu (24/7/2021) kemarin minta buatin buat kerja, baru sekali itu juga," aku ME.

Baca juga: Sebelum Bertugas, Penyembelih Hewan Kurban di Kota Depok Wajib Jalani Swab Antigen 

Untuk satu surat antigen palsu, pemesan dikenakan harga Rp 175.000.

Uang itu dibagi-bagi para tersangka yakni dari mulai perantara sampai ke pembuat surat antigen palsu yakni AS (27).

Selain ME, AK, RR, dan AS, Polres Metro Depok berhasil mengamankan tersangka lainnya  yakni NN (30) dan A (25).

Baca juga: Hasil Swab Antigen Menjadi Syarat Bagi Calon Pendonor Plasma Konvalesen, PMI DKI: Masih Didiskusikan

Keenam tersangka diancam Pasal 263 jo Pasal 55 dan 56 KUHP dengan hukuman penjara maksimal enam tahun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved