Breaking News:

Terimbas Pandemi Covid-19, Omzet Pedagang Warteg di Bekasi Anjlok Hingga 50 Persen

Selama pandemi Covid-19, omzet pemilik warteg di Bekasi ini anjlok hingga 50 persen.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Selama pandemi Covid-10 berlangsung, ekonomi mandek, usaha pun sulit. Seorang pemilik warteg di Bekasi ini mengaku omzetnya anjlok 50 persen selama pandemi Covid-19 berkepanjangan terjadi. 

WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi - Pandemi Covid-19 mengancam berbagai sektor usaha, salah satunya sektor usaha warung tegal (warteg).

Omzet harian para pemilik warteg juga mengalami penurunan hingga 50 persen.

Seorang pemilik Warteg, Krisna mengaku penghasilannya menurun drastis selama adanya pandemi Covid-19 khususnya saat diberlakukan PPKM darurat atau sekarang jadi PPKM Level 4.

Baca juga: Pengusaha Warteg Mamoka Bahari Menanti Pencairan BLT Rp 1,2 Juta dari Pemerintah

"Ya, berdampak sekali ya adanya pandemi ini apalagi sekarang ada penerapan PPKM Level 4 itu turun dratis hampir 50 persen," Ujar Krisna kepada wartakota di Warteg Mitra Bahari di Jalan Gabus Raya, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Senin (26/7/21).

Lanjutnya, ia juga mengatakan omzet wartegnya menurun dikarenakan biasanya pembeli berasal dari tempat kerja yang ada di sekitar tempat usahanya.

Namun, karena diterapkannya PPKM ini para pekerja dirumahkan, warteg akhirnya sepi pembeli.

Baca juga: Pendapatan Menurun Hingga 90 Persen, Pemilik Warteg Kucing-kucingan dengan Petugas PPKM Darurat

"Biasanya yang ramai itu para pekerja yang ada.Sekali datang bisa lebih dari 5 orang, tapi kan sekarang pada liburkan ya jadi sepi," ujarnya.

Kata Krisna, mengenai peraturan baru bahwa pembeli bisa makan di tempat dengan waktu maksimal 30 menit itu bisa saja dilakukan.

Jika pembeli langsung makan, minum, beristirahat sebentar dan langsung meninggalkan tempat.

Baca juga: Aturan Makan di Tempat 20 Menit, Ketua Kowantara: Ngawur, Mereka Tidak Pernah Makan di Warteg

"Kalau menurut saya sih kan memang mengikuti protokol kesehatan bagus ya. Untuk makan 30 menit itu memang sedikit sulit diterapkan. Namun, jika pembeli langsung makan, minum, dan rehat sebentar bisa. Kan memang harus tetap diikuti demi kebaikan bersama," ujarnya.

Kata Pria berusia 38 tahun ini, sebelum adanya pandemi Covid-19, omzet yang dihasilkan sehari bisa mencapai sekiranya Rp 2 juta lebih.

Namun, setelah ada pandemi dan penerapan PPKM omzetnya menurun drastis hingga mencapai 50 persen.

Baca juga: Ketika Para Pengusaha Warteg Tagih Janji Insentif Selama Pandemi, Pemerintah Cuma Pencitraan

"Kalau normal itu sebelum ada pandemi, bisa Rp 2 juta ke atas, tapi sekarang setelah ada PPKM khususnya turun drastis bisa 50 persen," ungkapnya.

Ia juga berharap bahwa semoga pandemi ini cepat berlalu, agar kita semua dari semua aspek bisa pulih kembali dan beraktivitas seperti semula.

Lalu, yang terpenting tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved