Breaking News:

PPKM Darurat

Meski Mal Telah Diizinkan Buka Sampai Pukul 17.00, Pengusaha Sebut Tetap Memberatkan, Ini Alasannya

APPBI menilai puncak kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mal, justru berlangsung pada malam hari.

Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, tampak sepi akibat dampak dari penyebaran virus corona yang semakin meluas di Jakarta, Rabu (18/3/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah telah mengizinkan pusat perbelanjaan atau mal beroperasi kembali pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Mal dan pusat perbelanjaan diizinkan untuk beroperasi kembali hingga pukul 17.00.

Namun, kebijakan itu tetap disayangkan oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Baca juga: Mengintip Perkiraan Gaji Wakil Komisaris BRI, Posisi yang Ditinggalkan Rektor UI Ari Kuncoro

Baca juga: Ketika Oknum Satpol PP, Dishub hingga BPBD Kompak Pungli ke Sopir Truk Modus Surat Vaksin Covid-19

PILU, Suami Istri Ini Terpaksa Jual Panci hingga Rice Cooker untuk Beli Beras Akibat Terdampak PPKM

APPBI menilai puncak kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mal, justru berlangsung pada malam hari.

Sehingga, APPBI menyebut pembukaan pusat perbelanjaan secara terbatas di wilayah PPKM Level 3, tetap memberatkan pelaku usaha.

"Tentunya masih akan memberatkan, dikarenakan baru boleh beroperasi hanya dengan kapasitas 25 persen saja dan hanya boleh buka sampai dengan pukul 17.00 saja," tutur Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja saat dihubungi, Senin (26/7/2021).

Alphonzus menjelaskan, malam hari merupakan puncak kunjungan atau peak hour bagi pusat perbelanjaan dan restoran.

"Jika hanya beroperasi sampai dengan pukul 17.00 saja maka pusat perbelanjaan dan restoran akan kehilangan puncak kunjungan," paparnya.

Oleh sebab itu, Alphonzus berharap PPKM Level 4 dan 3 yang jalankan pemerintah dapat berjalan efektif, dan akhirnya operasional pusat perbelanjaan kembali normal.

"Kami berharap PPKM Level 4 dan 3 dapat berjalan efekti, sehingga tidak berkepanjangan dan dapat segera mungkin diakhiri," ucap Alphonzus.

Update Vaksinasi

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved