Breaking News:

Berita Nasional

Mengapa Jokowi Belum Juga Serahkan Nama Calon Pengganti Hadi Tjahjanto? Begini Analisa Pengamat

Fahmi menganalisa ada beberapa pertimbangan mengapa Jokowi tidak juga menyerahkan nama Jenderal aktif sebagai pengganti Hadi Tjahjanto.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
wikipedia
Calon Panglima TNI pengganti Jendral Hadi Tjahjanto mengerucut pada dua nama, yakni KSAD Jendral Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono. Benarkan Andika lebih berpeluang? 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki pensiun pada November 2021.

Sejumlah nama berpeluang menggantikan posisi Marsekal Hadi dan kini mulai banyak dibicarakan.

Meski demikian, Presiden Joko Widodo hingga kini belum juga menyerahkan nama calon Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada DPR.

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab presiden belum juga menyodorkan nama jenderal pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto.

Baca juga: Jika Dikaitkan dengan Tahun Politik 2024, Andika Perkasa Terkendala Hal Ini untuk Jabat Panglima TNI

Baca juga: VIDEO Jenderal TNI Andika Perkasa Memimpin Upacara Sertijab Panglima Kodam XIII/Merdeka⁣

"Hingga kini Presiden Jokowi belum juga menyerahkan nama pengganti Panglima TNI ke DPR. Apa pertimbangan beliau hingga kini belum memberikan nama ke DPR? Apakah karena ketiga kepala staf yang ada sekarang tidak ada yang menjabat hingga 2024 sehingga ada kepentingan politik dalam pemilihan nama calon Panglima TNI?," tanya Khairul Fahmi di Jakarta, Senin (26/7/2021)

Fahmi menganalisa ada beberapa pertimbangan mengapa Jokowi tidak juga menyerahkan nama Jenderal aktif sebagai pengganti Hadi Tjahjanto.

Pertama, masa aktif Panglima TNI Hadi Tjahjanto masih cukup lama yakni sampai November 2021.

Oleh karena itu tidak ada urgensi dan keharusan bagi Presiden untuk mengusulkan penggantian Panglima TNI dalam waktu dekat.

"Pengusulan Panglima TNI merupakan hak dan kewenangan Presiden, maka sepanjang tidak ada kebutuhan mendesak atau persoalan yang mengharuskan penggantian segera, Hanya Presiden yang berhak menentukan waktu terbaik untuk mengganti Panglima TNI dan mengusulkan calon penggantinya ke DPR," paparnya.

Baca juga: Salurkan Bansos, Panglima TNI & Kapolri Turut Sosialisasikan Vaksin Keliling Kepada Masyarakat

Kedua, ujar Fahmi, ia tidak melihat masa aktif yang relatif singkat dari ketiga kepala staf (AL, AD dan AU) yang ada saat ini sebagai alasan yang relevan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved