Breaking News:

Virus Corona

Mahfud MD: Covid-19 Bukan Konspirasi Global, Rajin Beribadah Atau Tidak Bisa Kena

Covid-19, papar Mahfud, juga tidak berkaitan dengan agama tertentu, atau bertujuan untuk memusnahkan agama tertentu.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Menko Polhukam Mahfud MD meminta bantuan serta dukungan ulama, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya, dalam memerangi pandemi Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD meminta bantuan serta dukungan ulama, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya, dalam memerangi pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud mengatakan Covid-19 bukan konspirasi global.

Covid-19, katanya, juga bukan konspirasi yang menyasar agama tertentu saja.

Baca juga: Angka Penularan Covid-19 di Indonesia 30 Persen, 15 Kali Lebih Tinggi dari India, Jarang di Dunia

"Ini (Covid-19) bukan konspirasi dari satu agama ke agama tertentu, karena semua agama kena," katanya, kepada para ulama dan tokoh agama se-Jawa Barat, secara virtual, Minggu (25/7/2021).

Covid-19, lanjut Mahfud, bukan merupakan konspirasi global, karena hampir semua negara di dunia terjangkit virus yang variannya kini sudah banyak tersebut. 

"Dulu ada kontroversi benar enggak sih ada Covid ini, ada yang bilang ini ciptaan Amerika, ciptaan Cina, ini konspirasi global," ujar Mahfud.

Baca juga: Warga Rawamangun: Saya Tidak Takut Divaksin, Saya Lebih Takut Keluarga Terpapar Covid-19

Covid-19, papar Mahfud, juga tidak berkaitan dengan agama tertentu, atau bertujuan untuk memusnahkan agama tertentu.

Karena, kata dia, warga dari agama apa pun terjangkit virus ini.

Warga di Arab Saudi dan Iran yang mayoritas muslim juga terjangkit, begitu juga warga di negara lain dengan agama berbeda.

Baca juga: Ramai Ajakan Demonstrasi Tolak PPKM, Staf Presiden: Yang Dibutuhkan Saat Ini Empati

"Sekarang yang meninggal semua itu ya kalau dibilang, kalau orang Islam (atau) orang tidak Islam yang akan musnah, itu di Cina adalah orang yang pada umumnya tidak Islam (terjangkit), yang Islamnya yang di Uighur juga banyak yang kena."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved