Breaking News:

Berita Jakarta

Anggota Satpol PP DKI Gadungan Keruk Ratusan Juta Rupiah dari Korban

Anggota Satpol PP DKI Jakarta gadungan berinisial YF ditangkap penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Satpol PP, Senin (26/7/2021).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta kota
Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengatakan, pelaku Satpol PP gadungan mengeruk uang dari korbannya hingga ratusan juta rupiah. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Anggota Satpol PP DKI Jakarta gadungan berinisial YF ditangkap penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Satpol PP, Senin (26/7/2021).

Pelaku mengaku telah berkali-kali melakukan penipuan.

Bahkan tidak hanya rekrutmen di Satpol PP, YF juga melakukan penipuan membuka lowongan untuk Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata).

Serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Menurut Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin, terduga pelaku penipuan sudah mengeruk keuntungan ratusan juta rupiah.

Baca juga: Bayar Rp15 Juta untuk Jadi Satpol PP DKI, Pria Ini Mengaku Baru Digaji Rp3 Juta

Baca juga: Satpol PP Kelurahan Ancol Distribusikan Obat-obatan bagi Warga yang Isoman

Arifin menambahkan, pelaku mengaku tidak hanya merekrut sembilan warga sebagai PJLP Satpol PP.

Namun YF yang dibantu bibinya, BA juga merekrut delapan orang sebagai anggota Dishub, 14 orang untuk DPMPTSP dan lima orang untuk Dinas Citata.

“Untuk biaya yang dipatok bervariasi, dari Rp 5 juta sampai Rp 25 juta per orang,” ujar Arifin di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/7/2021).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku merupakan residivis atas kasus sama. Pada 2011, YF pernah diamankan karena menjadi anggota Brimob gadungan.

Bahkan pada 2017, pelaku kembali berulah mengaku sebagai PNS yang bekerja di Bagian Protokol Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: PPNS Tangkap ASN Gadungan, Patok Rp 25 Juta untuk Jadi PJLP Satpol PP DKI Jakarta

Baca juga: Ketika Oknum Satpol PP, Dishub hingga BPBD Kompak Pungli ke Sopir Truk Modus Surat Vaksin Covid-19

Korban penipuan menyetor duit hingga Rp 25 juta. Lalu, pelaku meyakinkan korban bisa bekerja sebagai PJLP di Pemprov DKI Jakarta.

Sementara itu, pelaku YF mengaku duit hasil penipuan itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Serta membeli sejumlah keperluan seperti iPhone 12 terbaru dengan harga sekitar Rp 20 jutaan serta sepeda motor baru.

Selain itu, duit hasil penipuannya dikelola untuk membayar gaji warga yang telah direkrut menjadi anggota PJLP di Pemprov DKI.

“Uangnya digunakan untuk menggaji mereka (PJLP) yang lain,” kata YF. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved