VIDEO Wagub DKI Minta Keluarga Pasien Isoman Komunikasi ke RT RW
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menjelaskan penyebab pasien Isoman Covid-19 meninggal.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Desy Selviany
WARTAKOTALIVE.COM, KEMBANGAN - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menjelaskan penyebab pasien Isoman Covid-19 meninggal.
Kata Ariza, penyebabnya kurangnya pelaporan pasien Covid-19.
Hal itu diungkapkan Ariza di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (25/7/2021).
"Isoman sudah diatur Puskesmas setempat, di mana RT RW dan Satgas setempat yang atur kami minta bagi yang Isoman untuk keluarga beri perhatian komunikasi," jelasnya.
Baca juga: VIDEO Idris-Imam Terjun ke Lapangan Berikan Bansos ke Warga yang Isoman di Rumah
Baca juga: VIDEO Imam Budi Hartono Minta Warga Depok yang Tengah Isoman Segera Melapor untuk Diberikan Bantuan
Keluarga juga diharapkan tidak hanya komunikasi ke pasien Covid-19 saja namun juga menjelaskan kondisi pasien ke RT RW setempat.
Komunikasi kata Ariza dapat dijalin lewat grup-grup what's app yang dimiliki masing-masing RT.
Di luar itu, Pemprov DKI Jakarta juga masih upayakan peningkatan dukungan dan pelayanan fasilitas kesehatan seperti peningkatan rumah sakit dan penambahan tenaga kesehatan.
Mereka juga tengah upayakan menambah tempat tidur, ruang ICU, laboratorium, dan oksigen untuk tangani penambahan pasien Covid-19.
Baca juga: VIDEO Komentar Wali Kota Jakarta Pusat Soal 1.214 Warga Isoman Meninggal Dunia
Pun dengan masker, obat-obatan, dan vitamin juga ditambah kapasitasnya.
Selain itu, bagi warga Isoman, Pemprov DKI Jakarta juga sudah membagikan lebih dari 900 paket bantuan.
Dimana isinya berupa beras biskuit, obat-obatan.
Lalu ada juga mie instan, beras, sarden untuk masyarakat yg isolasi mandiri.
"Sudah disalurkan semuanya. Mudah mudahan bisa membantu," tandasnya.
Baca juga: Ribuan Warga Meninggal saat Jalani Isolasi Mandiri, Begini Penjelasan Wagub DKI
Diberitakan sebelumnya lebih dari 2.300 pasien COVID-19 meninggal dunia sewaktu melakukan isolasi mandiri karena tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Analis data LaporCovid-19 Said Fariz Hibban mengatakan sebanyak 2.313 pasien COVID-19 di Tanah Air meninggal saat melakukan isolasi mandiri.
Dari jumlah tersebut, 1.214 orang berasal dari DKI Jakarta, di mana 403 di antara mereka berdomisili di wilayah Jakarta Timur. (m24)