Berita Bekasi

Petani Kabupaten Bekasi Berlimpah Panen Padi, Stok Beras Dipastikan Aman Hingga Akhir 2021

Dani mengungkapkan, kepastian stok beras aman hingga akhir tahun 2021 dikarena melihat area persawahan yang sedang panen.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Humas Pemkab Bekasi
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bersama Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan saat melakukan panen padi di Desa Suka Asih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG --- Stok beras dipastikan aman hingga akhir tahun 2021.

Sebab, petani di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mulai panen padi, hasilnya juga nampak melimpah.

Demikian dikatakan Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, pada Minggu (25/7/2021).

Dani mengungkapkan, kepastian stok beras aman hingga akhir tahun 2021 dikarena melihat area persawahan yang sedang panen.

Diketahui area persawahan di Kabupaten Bekasi ada sebanyak 33.000 hektare.

Paling banyak area persawahan berada di wilayah Kecamatan Sukatani, Cikarang Utara, Tambun, Tambelang dan Pebayuran.

"Kemarin juga pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke area persawahan Kabupaten Bekasi. Dikatakan sejumlah lumbung padi hasilnya melimpah di sini maupun daerah lain," jelas dia.

Dani menyebut, Mentan ingin memastikan lumbung-lumbung padi serta stok pangan aman. Mulai dari produktivitasnya, tanaman padinya, kemudian penyimpanan pengolahan dan distribusinya.

Sehingga untuk dapat memastikan stok pangan aman. 

"Sekarang memang sudah lewat masa panen satu panennya sudah berlimpah, ini memberi keyakinan kepada seluruh masyarakat bahwa stok pangan kita aman," ujarnya.

Dani menambahkan Menteri Pertanian juga memberikan bantuan untuk petani Kabupaten Bekasi senilai Rp 3,2 miliar, serta bantuan alsintan berupa combaire harvester sebanyak tiga unit, dan bantuan benih padi senilai Rp 1,9 miliar.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya telah secara optimal melakukan upaya pemenuhan pangan terlebih di masa pandemi saat ini.

Mulai dari peningkatan produksi, berupaya untuk memvalidasinya di lapangan, mulai dari percepatan musim tanam-II, pemberian bantuan kepada petani, penyerapan gabah secara maksimal, hingga penanganan pasca panen.

"Upaya ini juga dalam rangka menjabarkan perintah Bapak Presiden untuk semua Menteri tidak hanya menerima laporan dan mendapatkan data, tetapi harus dilapangan untuk validasi data pangan yang ada, khususnya data padi kita” ucapnya.

Dirinya juga memastikan dengan adanya panen raya dan percepatan tanam di berbagai wilayah, ia yakin kebutuhan beras masyarakat mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri meski di tengah pembatasan akibat pandemi.

Dengan adanya potensi panen diberbagai daerah, pihaknya bersama dengan Bulog dan Pemerintah Daerah akan berupaya maksimal menyerap gabah petani.

"Saya yakin pangan kita aman, kita ada perhitungan yang jelas kapan masa panen dan masa tanam, daerah mana saja, dan kita lakukan akselerasi, percepatan bersama pemerintah daerah, cadangan beras juga cukup banyak baik yang ada di pengendalian langsung Bulog, penggilingan dan penanganan pemerintah daerah” tandasnya. 

Baca juga: Meski Panas Terik Menyengat, Warga RW 03 Kemang Timur Tetap Sabar Menunggu Pembagian BST Rp 600 Ribu

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved