Trias Kuncahyono

Bung, Saya Tidak Paham

Bung Karno-lah yang memopulerkan sapaan “Bung” itu. “Dipanggil ‘Bung’ (panggilan akrab kepada saudara) sesuai anjurannya…”

Istimewa
Poster pesanan Bung Karno karya pelukis Affandi. 

Adalah sangat berbahaya kalau kemudian situasi dan kondisi sekarang ini oleh para petualang politik, juga gelandangan politik—meminjam istilahnya Gus Dur—kemudian digoreng-goreng, direbus-rebus, dibakar-bakar, dimain-mainkan, dipelintir-pelintir untuk kepentingan diri, kepentingan politik.

Itu tindakan pengkhianatan terhadap kesengsaraan rakyat; menari di atas penderitaan rakyat.

Bung, saya sungguh tidak paham terhadap mereka itu.

Saya, lebih bisa memahami dan bangga dengan keponakan saya yang kemarin kirim pesan pendek lewat WA, “Om, boleh kan saya menjadi relawan?”

Sungguh, Bung, keputusan keponakan mengikuti jejak dan ketulusan hati para relawan lainnya yang sudah lebih dulu mempertaruhkan hidupnya bagi orang lain, memberikan harapan akan keselamatan bangsa ini, dari pada orang-orang yang hanya bisa berteriak-teriak, menganggap dirinya paling hebat.

Kata orang, Spe salvi facti sumus, kita diselamatkan dalam pengharapan, Bung. ***

Baca kolom Trias Kuncahyono selengkapnya: Bung, Saya Tidah Paham

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved