Catatan Ilham Bintang

Rindu Reisa Broto Asmoro, Yang Dulu Menyapa Kita Tiap Sore di Layar Kaca

Reisa Broto Asmoro, juru bicara Satgas Covid-19, apa kabar, ditengah penyebaran Virus Corona yang semakin tak terkendali.

Editor: Suprapto
Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
Juru bicara pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan tentang pemberian izin penggunaan vaksin Covid-19 Coronavac dari Sinovac bagi lansia dalam jumpa pers secara daring, Senin (8/2/2021). 

APA kabar dr Reisa? Yup. Dokter Reisa Broto Asmoro. Saya dan mungkin Anda, juga rindu sapaan lembutnya, di tengah horor penularan virus Covid 19 varian baru yang semakin tinggi hari-hari ini.

Kini, virus itu malah yang mengendalikan kita semau-semaunya. Menjadi pembunuh amat keji di tengah masyarakat.

Seenaknya mempermalukan negara, menampar muka pejabat tinggi kita, yang diserahi amanah mengendalikan pandemi virus itu mewakili negara.

Simaklah update data harian, Jumat (23/7) kemarin. Dua hari menjelang berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Angka kematian di Indonesia kembali tertinggi di dunia : 1.566 jiwa. Virus merenggut nyawa saudara kita seperti cuma memetik buah di kebun.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia 24 Juli 2021: Pasien Baru Tambah 45.416 Orang, 39.767 Sembuh, 1.415 Wafat

Baca juga: Angka Penularan Covid-19 di Indonesia 30 Persen, 15 Kali Lebih Tinggi dari India, Jarang di Dunia

Kasus Positif kemarin, memang turun: 49.072. Turun hanya sedikit dibandingkan hari sebelumnya. Tapi angka testingnya juga turun lagi dibandingkan hari sebelumnya.

Apa hubungannya dengan dr Reisa Broto Asmoro? Saya cuma berimajinasi saja. Seandainya dia masih tampil setiap sore di layar televisi Nasional, ada yang membuat kita nyaman, hati tenang menyaksikan dia.

Tinimbang, mengikuti perdebatan di berbagai media yang atmosfirnya dipenuhi benci dan dengki.

Apalagi kalau yang bicara Ali Mochtar Ngabalin. Waduh. Heran. Presiden Jokowi masih mempertahankan dia berkomunikasi dengan khalayak luas. Ada teman sampai bilang, andaikata layar tivinya terbuat dari kardus mungkin sudah berkali kena lempar sendal.

Kita rindu dr Reisa. Meski suaranya cempreng dan kurang lentur tapi wanita jelita itu bertutur kata lembut menyampaikan update harian kasus Covid19.

Tak banyak wanita secantik Reisa, yang istri kita juga nyaman tiap kali menonton bersama-sana ibu dua anak itu di televisi. Entah kenapa dokter dan model ini distop pemunculannya tempo hari bersama dr Achmad Yurianto.

Padahal, pemunculan mantan runner up Puteri Indonesia itu sungguh menjadi oase yang sejuk di tengah situasi pandemi. Yang menyeret kita berimajinasi seperti berada di padang tandus.

Kita memang masih bisa melihatnya tiap saat. Melongok aktifitasnya sehari-hari di berbagai media sosial dan Instagram pribadinya. Sekali- sekali.

Cukup. Jika sering, berbahaya. Bisa menjadi horor baru pula. Kemungkinan istri akan bertindak menganggap kita sinting. Bisa di "BAP" berhari-hari, meminjam istilah sejawat Suryopratomo, Dubes RI di Singapura.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved