Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

Greysia/Apriyani Awali Kemenangan Olimpiade dengan 2 Game 21-14, 21-17, Selanjutnya Jonatan Christie

Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu menangi laga pertama Olimpiade 2020.

Editor: Wito Karyono
Twitter @bulutangkisRI
Ekspresi ganda putri andalan Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu saat kalahkan ganda putri Malaysia Chow Mei Kuan/Lee M 21-14, 21-17 

"Head to head kami dengan mereka 2-2, di pertemuan terakhir kami kalah. Itu yang tidak boleh terulang," tutur Greys seperti dikutip situs resmi PBSI.

"Pertandingan pertama di fase grup sangatlah penting untuk langkah selanjutnya. Kami harus fokus, tidak boleh lengah dan langsung in mainnya," jelas Greys.

Baca juga: Rendahnya Kedisiplinan Masyarakat Jadi Alasan Pemkot Tangsel Perpanjang Masa PPKM Darurat

Sebagai pemain yang kenyang pengalaman, Greys yang sudah mencicipi dua kali Olimpiade sebelumnya pun tetap diliputi rasa tegang. Tapi ia menganggap ketegangan adalah suatu hal yang positif.

"Tegang pasti ada, justru bagus kalau tegang berarti siaga dalam persiapan," katanya.

Merasakan Olimpiade di tiga edisi berbeda merupakan hal yang luar biasa bagi Greys, apalagi ia melakoninya dengan tiga partner berbeda

Di edisi pertama Greys turun di Olimpiade London 2012 bersama Meiliana Jauhari, empat tahun berikutnya di Rio 2016, Greys menggandeng Nitya Krishinda Maheswari. Dan saat ini di Tokyo 2020, Greys berpasangan dengan Apriyani Rahayu.

"Puji Tuhan saya diberikan kesempatan untuk mewakili Indonesia di tiga Olimpiade. Walau di dua edisi sebelumnya saya belum bisa menyumbang medali tapi pengalaman ini adalah sesuatu yang luar biasa," ungkap Greys.

Baca juga: Omset Wartegnya Kian Tergerus, Mae Berharap PPKM Darurat Tidak Diperpanjang Lagi

"Tokyo 2020 mungkin akan jadi Olimpiade terakhir saya. Semoga saya dan Apri bisa memberikan yang maksimal untuk Indonesia," sambungnya.

Greys yang saat ini berusia 33 tahun juga bercerita pengalaman seputar Olimpiade yang dirasakannya.

"Salah satu yang paling menyenangkan dan dirindukan dari Olimpiade adalah suasana di Athlete Village. Kita merasa seperti punya dunia sendiri karena banyak banget orang tapi mereka semua itu atlet dunia dari seluruh dunia," cerita Greys.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved