Breaking News:

Bantuan Subsidi Upah Kembali Disalurkan, BPJAMSOSTEK Dorong Perusahaan Tertib Kepesertaan 

"Kami siap untuk dukung Pemerintah salurkan BSU. Sebagai mitra penyedia data, sebelumnya juga kami telah menyampaikan usulan-usulan alternatif peneri

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ahmad Sabran
BP Jamsostek
Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo 

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) telah memberikan keterangan terkait penyaluran kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja terdampak PPKM. BPJAMSOSTEK menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapannya mendukung Pemerintah dalam menyukseskan penyaluran BSU.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu regulasi BSU oleh pemerintah. Regulasi tersebut akan mengatur syarat dan kriteria tentang detail peserta yang berhak mendapatkan BSU, seperti kelompok segmen pekerja, tanggal kepesertaan aktif, besaran upah maksimum, kategori jenis industri dan wilayah terdampak, serta besaran BSU yang akan diterima.

"Kami siap untuk dukung Pemerintah salurkan BSU. Sebagai mitra penyedia data, sebelumnya juga kami telah menyampaikan usulan-usulan alternatif penerima BSU. Tentunya data yang akan kami serahkan sesuai regulasi yang akan ditetapkan Pemerintah", tutur Anggoro melalui keterangan tertulisnya, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Rendahnya Kedisiplinan Masyarakat Jadi Alasan Pemkot Tangsel Perpanjang Masa PPKM Darurat

Baca juga: Kolaborasi Orangtua dan Guru Dampingi Anak Belajar Jadi Kunci Sukses PJJ Selama Pandemi Covid-19

Baca juga: Mengintip Perkiraan Gaji Wakil Komisaris BRI, Posisi yang Ditinggalkan Rektor UI Ari Kuncoro

Anggoro juga menyatakan pengalaman BSU sebelumnya akan membantu pihaknya menyajikan data yang lebih baik. Pada tahun lalu, pihaknya telah menyerahkan data kepada Pemerintah sebanyak 12,4 juta pekerja dari sekitar 413 ribu perusahaan.

Anggoro menegaskan Perusahaan atau Pemberi kerja harus memastikan hak seluruh pekerja untuk terdaftar di BPJAMSOSTEK telah terpenuhi sesuai regulasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), karena perlindungan sangat penting di masa Pandemi. Ditambah lagi Pemerintah selalu menggunakan data kepesertaan tersebut untuk penyaluran bantuan seperti BSU.

Para pekerja dapat langsung mengecek status kepesertaan pada BPJAMSOSTEK melalui aplikasi mobile BPJSTKU yang dapat didownload di mobile store Android dan IOS. Pekerja juga dapat bertanya langsung pada pengurus HRD masing-masing, apakah hak perlindungan Jamsostek sudah didapatkan.

"Dengan tertib kepesertaan, perusahaan telah memastikan perlindungan pekerjanya, terlebih lagi di masa pandemi ini. BSU ini merupakan nilai tambah sebagai peserta BPJAMSOSTEK, pastikan pekerja yang berhak akan mendapatkan sehingga dapat meringankan beban mereka", tutup Anggoro.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJAMSOSTEK cabang Jakarta Rawamangun, Aland Lucy Patitty menegaskan akan mendukung upaya pemerintah dalam rangka penyaluran BSU di wilayahnya.

"Pengalaman penyaluran BSU pada tahun lalu, jadi modal berharga bagi kami untuk bisa mendistribusikan bantuan kepada pekerja yang terdampak PPKM Darurat," ujar Aland. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved