VIDEO Pembangunan Krematorium di TPU Tegal Alur Dikebut, Begini Penampakannya
Mesin kremasi di krematorium TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat sudah terpasang.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Desy Selviany
WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES - Mesin kremasi di krematorium TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat sudah terpasang.
Di samping mesin itu terdapat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengoperasikan mesin kremasi.
Sejumlah pekerja bangunan terlihat sibuk memasang bangunan yang akan menutup mesin tersebut.
Bangunan yang berbahan dasar seng dan besi itu sudah jadi setengahnya.
Kira-kira luas bangunan 10x7 meter dengan tinggi sekira 7 meter.
Baca juga: Mesin di Krematorium TPU Tegal Alur Sudah Terpasang, 15 Jam Operasional Bisa 6 Jenazah Dikremasi
Baca juga: Krematorium Jenazah Covid di TPU Tegal Alur Siap Dipakai Warga Secara Gratis Mulai Sabtu 24 Juli
Terdapat satu mesin kremasi berwarna hijau yang terpasang di dalam bangunan yang terletak di unit pekuburan non muslim.
Ketua umum Perkumpulan Sosial Himpunan Bersatu Teguh Sumbar Riau Andreas Sofiandi mengatakan bahwa krematorium direncanakan dapat digunakan Sabtu (23/7/2021).
"Rencana besok (digunakan). Hari ini sudah selesai tapi kami menunggu instruksi Pak Gubernur dan Wali Kota Jakarta Barat," ujar Andreas ditemui di lokasi pembangunan.
Baca juga: VIDEO Krematorium Cilincing Layani Proses Kremasi 24 Jam Demi Lawan Kartel Kremasi
Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan kolaborasi antara Perkumpulan Sosial Himpunan Bersatu Teguh dan Pemprov DKI Jakarta.
Pengadaan satu mesin kremasi ini sebagai jawaban atas keluhan sebagaian masyarakat yang tidak dapat menguburkan cepat jenazah kerabatnya yang meninggal karena Covid-19.
Sehingga mereka ada yang mengkremasi jenazah hingga ke luar Jakarta seperti ke Cirebon.
"Apalagi kita tahu bahwa jenazah Covid-19 harus segera dikebumikan atau diproses. Jadi fasilitas ini membantu Gubernur untuk memperhatikan masyarakatnya," tuturnya.
Baca juga: Jusuf Hamka Lawan Kartel Kremasi, Krematorium Cilincing yang Dibinanya Layani Proses Kremasi 24 Jam
Andreas mengatakan bahwa bangunan krematorium itu bersifat permanen. Namun, ia belum mengetahui sampai kapan krematorium dipergunakan.
Sebab, pengadaannya saat ini untuk mengatasi bencana pandemi Covid-19.
Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan akan menambah mesin kremasi apabila dibutuhkan.
Mereka akan menyesuaikan dengan intruksi pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (m24)