Covid19 Bekasi

Pemkab Bekasi Berikan Paket Sembako Senilai Rp 270.000 pada Warga Isoman untuk Meringankan Beban

Untuk meringankan beban, Pemkab Bekasi bakal menyalurkan paket sembako pada warganya yang menjalani isoman karena terpapar virus Covid-19.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi paket sembako. Pemkab Bekasi akan mengguyur warganya dengan pakt sembako senilai Rp 27.000 bagi warganya yang isoman karena terpapar virus Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bakal menyalurkan paket bantuan sosial (bansos) tambahan untuk warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman).

Besaran paket bansos yang akan diterima per kepala sekitar Rp 270.000 ribu dalam bentuk sembako. 

Baca juga: Salurkan Bansos, Panglima TNI & Kapolri Turut Sosialisasikan Vaksin Keliling Kepada Masyarakat

Paketan bansos itu berupa beras, sarden, minyak goreng, mie dan gula pasir. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Endin Wahyudin mengatakan pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar.

Pihaknya akan langsung membelanjakannya Bulog dengan paket sembako, peruntukan untuk isolasi mandiri.

"Nah per paketnya itu kurang lebih Rp 270.000, jadi yang akan kita dapatkan sekitar 6.300 paket,” katanya, Jumat (23/7/2021).

Endin menjelaskan, setiap warga yang menjalani isolasi mandiri terpapar Covid-19 berhak mendapatkan bantuan tersebut.

Proses penerimanya untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari data Puskesmas, disampaikan ke desa/ kelurahan dan kecamatan.

Baca juga: Pengamat Kasih Saran agar Penyaluran Bansos PPKM Lebih Tepat dan Cepat 

Setelah itu, lanjut dia, diajukan ke Dinas Sosial untuk segera didistribusikan.

Namun, untuk zona merah penyebaran Covid-19 juga akan menjadi prioritas penyaluran bantuan tersebut.

"Misalnya zona merah yaitu Cikarang Selatan ya kita kasih lagi atau ada satu desa terkena lockdown ya kita penuhi bantuannya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, setiap desa diharapkan aktif dalam melakukan pengawasan warga yang tengah isoman di rumah.

Untuk kemudian bisa mengajukan bansos, sebab, penyaluran bansos itu di dasari dari pengajuan desa karena ada warganya yang terpapar corona. 

"Kalau bicara tercover atau tidak, permintaan ke sini Insya Allah, tetapi yang tidak minta kan kita tidak tahu," imbuhnya.

Baca juga: Akselerasi Penyaluran Bansos, Mensos Risma Dorong Himbara Terapkan Kartu Elektronik

Contohnya Desa Satria Jaya, katanya tidak mendapatkan bansos dari pemda atau dari pusat.

Padahal permohonannya tidak pernah sampai, penyalurannya berdasarkan permohonan, sebab yang harus dipertangungjawabkan by name by adres.

Endin mengatakan, anggaran bansos tambahan sebesar Rp 1,8 miliar itu disesuaikan dengan hitungan dua minggu dari masa PPKM lanjutan. 

Meski begitu, Kadinsos juga memastikan penyaluran anggaran bansos itu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

"Misalnya saja, jika kebutuhan paket sembako sekitar 3000 paket maka sisa akan dikembalikan ke kas pemerintah daerah," katanya.

Baca juga: VIDEO 3 Pilar Pamulang Tangsel Bagi-bagi Bansos, Vaksinasi dan Swab Antigen Gratis di Panti Asuhan

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved