Breaking News:

Hari Anak Nasional

Nadiem Makarim: Anak Kita Harus Bisa Memahami Bukan Hanya Hafal, Mempertanyakan Bukan Cuma Menerima

Menurut Nadiem, kemampuan berpikir kritis dapat tumbuh melalui kebiasaan membaca.

Editor: Yaspen Martinus
Youtube Kemendikbud
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan anak Indonesia perlu memiliki kemampuan berpikir kritis. 

Menjawab hal tersebut, Presiden menjelaskan sebelumnya pemerintah telah merencanakan membuka sekolah tatap muka pada Juli 2021.

Namun, karena jumlah kasus aktif Covid-19 melonjak naik, rencana tersebut terpaksa ditunda sambil menunggu situasi.

“Kalau pandemi Virus Corona ini sudah membaik, sudah turun (jumlah kasus aktifnya), nah, kita akan buka belajar tatap muka. Begitu,” jawab Presiden Jokowi.

Baca juga: Catat! Ini Waktu Terbaik Pemberian Plasma Konvalesen kepada Pasien Covid-19, Jangan Setelah Kritis

Siswi lainnya bernama Amanda lalu bertanya terkait tugas-tugas seorang Presiden.

Pertanyaan tersebut ditimpali juga oleh anak-anak lainnya, mereka bertanya apakah menjadi  Presiden itu melelahkan atau tidak.

“Kalau jadi presiden, ngapain aja?” tanya Amanda.

Baca juga: Legislator PKS Minta Pemerintah Ganti Vaksin Covid-19 Sinovac dengan Merek Lain Bila Tak Efektif

“Ya memimpin rapat dengan menteri-menteri, kemudian pergi ke Aceh sampai ke Papua untuk mengecek jalan, bagus, ndak?"

"Mengecek waduk, mengecek pelabuhan, mengecek airport, begitu,” jawab Presiden.

“Pak, kalau jadi Presiden, enggak ada liburnya toh, Pak?” Tanya anak lain yang disambut tawa Presiden Jokowi.

Baca juga: Hampir Sebulan Belum Serahkan Barang Bukti dan Tersangka Penembak 6 Anggota FPI, Ini Alasan Polisi

Mengakhiri dialog tersebut, Presiden Jokowi kembali mengingatkan anak-anak Indonesia untuk rajin belajar.

Presiden Jokowi juga mengingatkan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi saat ini.

“Anak-anakku, anak-anakku semua masa depan Indonesia."

Baca juga: LaporCovid-19: Ketua RT dan RW Hingga Puskesmas Cenderung Abaikan Warga yang Isolasi Mandiri

"Harus semangat belajar, riang gembira, rajin beribadah, jangan lupa berdoa kepada Allah Swt."

"Berdoa untuk memohon perlindungan bagi kita semua, bagi bangsa Indonesia."

"Selamat Hari Anak Nasional untuk semua anak-anakku di Indonesia."

Baca juga: LaporCovid-19: 1.214 Warga Jakarta Meninggal Saat Jalani Isolasi Mandiri

"Anak-anak terlindungi, Indonesia Maju,” ujar Presiden mengakhiri dialog bersama anak-anak tersebut.

Puncak peringatan Hari Anak Nasional tahun 2021 digelar secara virtual.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, tema yang diusung dalam peringatan tahun ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju.”

Baca juga: Cari Unsur Pidana, Polisi Periksa Pria yang Viralkan Dugaan Kartel Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

“Tema Hari Anak Nasional 2021 adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan tagline #AnakPedulidiMasaPandemi."

"Menjadi motivasi bahwa pandemi tidak menyurutkan komitmen untuk tetap melaksanakan Hari Anak Nasional secara virtual, tanpa mengurangi maknanya,” terang Menteri PPPA. (Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved