Vaksinasi Covid19

Minta Pemerintah Setop Impor Vaksin Sinovac Sebelum Dievaluasi, PKS: Jangan Didikte Mafia Impor

Bahkan, Cina sebagai produsen Sinovac malah memborong vaksin Pfizer buatan Amerika Serikat.

Editor: Yaspen Martinus
SILVIO AVILA / AFP
Anggota Komisi VII DPR Fraksi PKS Mulyanto meminta pemerintah menghentikan impor bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Fraksi PKS Mulyanto meminta pemerintah menghentikan impor bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac, sampai ada hasil evaluasi efektivitas penggunaan vaksin buatan Cina itu secara menyeluruh.

Mulyanto menyayangkan sikap pemerintah yang terus mengimpor vaksin Sinovac.

Padahal, beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand sudah menghentikan penggunaan Sinovac, dan beralih ke vaksin yang efikasinya lebih baik.

Baca juga: Panglima TNI Targetkan 70 Persen Warga Jakarta Sudah Divaksin Covid-19 Sebelum 17 Agustus 2021

Bahkan, Cina sebagai produsen Sinovac malah memborong vaksin Pfizer buatan Amerika Serikat.

WHO menyebutkan efikasi vaksin Sinovac hanya 51 persen, sedangkan BPOM menyebut 65 persen. Angka tersebut lebih kecil dibanding efikasi vaksin merek lain.

Sementara, di tengah program vaksinasi yang tengah berjalan di Indonesia, justru terjadi lonjakan gelombang kedua pandemi Covid-19.

Baca juga: Kabur dari Lapas Abepura pada 8 Januari 2016, Teroris KKB Osimin Wenda Diciduk di Puncak Jaya Papua

"Jadi sangat wajar kalau kita meragukan efektivitas vaksin Sinovac tersebut."

"Secara ekonomi ini tidak optimal dengan anggaran yang kita gelontorkan untuk mengimpor vaksin."

"Jadi, pemerintah perlu segera menyetop impor vaksin ini," kata Mulyanto kepada wartawan, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: LaporCovid-19: Rata-rata Pasien Isolasi Mandiri yang Wafat Keluarganya Juga Positif

Per 22 Juli 2021, pemerintah kembali kedatangan 8 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac.

Dari pengiriman yang ke-29 ini, total bahan baku vaksin Sinovac yang diterima pemerintah berjumlah 123.500.280 dosis.

Bahan baku atau vaksin bulk ini akan diolah PT Bio Farma, sebelum didistribusikan ke masyarakat sebagai vaksin jadi.

Baca juga: Murid SD di Banyumas Bertanya Jadi Presiden Ngapain Aja, Begini Jawaban Jokowi

Menurut Mulyanto, pemerintah harus dapat memastikan vaksin yang digunakan selama ini efektif dalam menanggulangi Covid-19.

Jika dinilai tidak efektif, sebaiknya segera diganti dengan merek lain yang lebih baik.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved