Breaking News:

Kriminalitas

Juhana Ungkap Detik-detik Dirinya Dibacok hingga Warungnya Dibakar Pelaku Tawuran di Pasar Manggis

Tak Hanya Dibacok, Warung kelontong Juhana pun Turut Dibakar Pelaku Tawuran di Pasar Manggis. Berikut Kronologisnya

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Juhana tengah mengecat warung kelontong miliknya pasca dibakar pelaku tawuran pada Selasa (20/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SETIABUDI - Nasib malang dialami sejumlah warga dalam aksi tawuran antar pemuda yang terjadi di Jalan Pariaman Dalam, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Salah satunya adalah Juhana (42) pemilik warung kelontong di Jalan Pariaman Dalam.

Dirinya mengaku diserang oleh kelompok pemuda dari arah Jalan Pariaman yang ingin menyerang kampung di Jalan Menteng Wadas Utara pada Selasa (20/7/2021) pukul 00.30 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, dirinya mengalami luka bacok pada bagian paha kiri.

Baca juga: Miliki Sekda Definitif, Mohammad Idris Tegaskan Tak Ada Tiga Matahari di Pemkot Depok

Tak hanya itu, warung kelontong milik Juhana pun dibakar kelompok pemuda yang menyerangnya. 

“Kalau masalah tawuran dibilang tawuran, itu bukan tawuran namanya, kalau mau tawuran itu ada musuh,” ungkapnya kepada Wartakotalive.com pada Kamis (22/7/2021).

“Kalau dibilang rampok ya rampok ini, apa salah saya, nggak jelas mereka menyerang saya, tiba-tiba langsung bacok saya dari belakang,” lanjut Juhana.

Baca juga: Pemerintah Kota Tangerang Selatan Belum Melonggarkan Aturan PPKM Darurat, Simak Penjelasan Wali Kota

Lebih lanjut diungkapkannya, peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat.

Ketika itu, satu orang pemuda membacoknya dengan menggunakan celurit panjang saat sedang merapikan bensin eceran yang dijualnya.

“Lalu langsung kabur. Mereka mau masuk ke dalam warung saya, tapi nggak bisa. Ibu mertua saya langsung menutup warung dan menahan agar mereka tidak dapat masuk,” ujarnya.

Baca juga: Tokoh Masyarakat Ungkap Sejumlah Fakta Terkait Tawuran di Pasar Manggis, Setiabudi

Gagal merangsek ke dalam warung, kelompok pemuda tersebut lantas mengambil bensin miliknya dan membakar warungnya.

“Kerugian ya barang-barang di luar, tempat es krim, jajanan yang digantung di luar juga habis. Kerugian bisa mencapai belasan juta,” ungkap Juhana.

Atas kejadian tersebut, dirinya berharap kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus sekaligus menangkap para pelaku tawuran.

Dirinya pun berharap agar peristiwa serupa tyidak kembali terulang.

“Semoga, ya. Sekarang yang saya pikirin kehidupan anak, istri, dan mertua saya aja,” ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved