Gabung dengan Oligo, Bambang Brodjonegoro Dukung Pengembangan Energi Listrik Berbasis Sampah

Bambang Brodjonegoro ditetapkan menjadi Presiden Komisaris PT Oligo Infrastruktur Indonesia (Oligo) pada 1 Juli 2021 lalu.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com
Foto Bambang Brodjonegoro semasa menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/ Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN). Sejak 1 Juli 2021 lalu, Bambang Brodjonegoro menerima tanggungjawab sebagai Presiden Komisaris PT Oligo Infrastruktur Indonesia (Oligo). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Setelah purna bhakti sebagai Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia belum lama ini, Bambang Brodjonegoro memutuskan tetap produktif khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat lewat berbagai inovasi berbasis riset dan teknologi terapan.

Bahkan di masa akhir sebagai pejabat eksekutif, Menteri Keuangan tahun 2014-2016 ini masih mendorong upaya ketersediaan energi sekaligus mengusahakan peningkatan peran energi baru terbarukan (EBT). Caranya lewat inovasi dan kesiapan teknologi agar mampu mencapai target kontribusi EBT pada 2025 mendatang.

Tidak sampai disitu saja, isu lingkungan hidup khususnya terkait sampah menjadi perhatian alumni Universitas Indonesia saat ini.

Baginya, permasalahan sampah adalah bahaya laten yang menghantui masa depan tata kelola lingkungan negeri ini khususnya tatanan sosial kemasyarakatan serta derajat kualitas kesehatan kita.

Untuk mengatasi hal ini, Indonesia perlu mengadopsi model sirkuler ekonomi, dimana kegiatan pemanfaatan kembali, daur ulang, dan pabrikan yang bertanggung jawab juga mendukung pertumbuhan industri dan terbukanya lapangan kerja. 

"Saya memiliki pengharapan bahwa kota-kota besar di Indonesia bisa meninggalkan pengolahan sampah cara-cara tradisional. Indonesia, dan khususnya para kepala daerah harus mulai mengadaptasi berbagai pilihan teknologi, salah satunya Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), yang merupakan bagian dari implementasi sirkuler ekonomi,” ungkap Bambang Brodjonegoro baru-baru ini.

“Sehingga dengan satu aktivitas seperti ini, baik pemerintah maupun masyarakat bisa mencapai beberapa tujuan, yaitu untuk kebersihan lingkungan, pemanfaatan material sisa untuk penyediaan energi, dan pengurangan konsumsi bahan bakar fossil," imbuh Bambang.

PSEL yang merupakan salah proyek strategis nasional sesuai Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan adalah system pengolahan sampah yang bertujuan untuk memusnahkan sampah secara signifikan dan ramah lingkungan, dan juga menghasilkan listrik, dan bertujuan untuk membantu kepala daerah dalam menuntaskan permasalahan kedaruratan sampah.

Mengapa ini penting? Dasar pemikirannya sudah jelas menurut Bambang, yakni dalam kerangka Paris Agreement dan pedoman ekonomi hijau dunia dimana saat ini negara-negara di dunia berlomba mewujudkan tata kelola berbasis ekonomi sirkuler.

Dia menambahkan, tren ekonomi selama ini bersifat linier di mana limbahnya tidak dikelola dan hasilnya menjadi beban bukan hanya hari ini, namun masa depan generasi penerus bangsa.

Dengan ekonomi sirkuler, limbah yang muncul dari kegiatan manusia dimanfaatkan secara maksimal, sehingga dampak lingkungannya menjadi minimal tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Untuk tetap mengabdikan pemikiran dan kiprah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, Bambang menyambut baik ajakan untuk menjadi Presiden Komisaris pada PT Oligo Infrastruktur Indonesia (Oligo) yang secara resmi telah ditetapkan pada 1 Juli 2021 yang lalu.

"Oligo menjadi rumah bagi saya untuk dapat mendukung pengembangan teknologi-teknologi yang menuntaskan sampah yang memberikan solusi jangka panjang bagi bangsa dan negara ini. Presiden Jokowi bahkan terus mendorong terciptanya program-program seperti ini di berbagai kota besar di Indonesia. Untuk itu saya sangat antusias dan menyambut baik peran dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya," ujar alumnus University of Illinois at Urbana-Champaign ini.

Cynthia Hendrayani, Presiden Direktur PT Oligo Infrastructure Indonesia menyatakan bahwa dengan bergabungnya Bambang Brodjonegoro sebagai Presiden Komisaris merupakan satu nilai tambah yang tidak bernilai bukan hanya bagi perusahaan, namun juga bagi masyarakat luas yang kelak menerima manfaat dari buah pemikiran dan kerja nyata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas 2016-2019 ini.

"Bapak Bambang adalah sosok terbaik dan paling tepat untuk menjadi pemimpin dewan komisaris untuk Oligo, dan kami siap berkolaborasi untuk dapat mewujudkan banyak sekali perubahan positif bagi masyarakat, khususnya dalam tata kelola sampah dan lingkungan hidup di Indonesia," tutup Cynthia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved