Breaking News:

Hari Anak Nasional

Catatan KPAI di Hari Anak Nasional 2021, dari Putus Sekolah, Kehilangan Orang Tua hingga Vaksinasi

Catatan KPAI nasib anak Indonesia selama masa pandemi antara lain pembelajaran online, putus sekolah hingga kehilangan hak asuh

dok save the children
Ilustrasi - Hari Anak Nasional 2021, harus dipenuhi hak anak-anak dalam pendidikan, kesehatan di tengah pandemi covid 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung selama 16 bulan lamanya.

Sudah dua kali perayaan Hari Anak Nasional (HAN 2021) yang jatuh setiap 23 Juli 2021dirayakan secara daring. 

Selama 16 bulan juga, anak-anak Indonesia  mengalami pembatasan aktivitas bermain belajar dan bersosialisasi dengan teman sebaya.  

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan ada beberapa catatan kondisi anak Indonesia selama pandemi yang ia dapatkan dari berbagai pengawasan yang dilakukan.

"Seperti kesiapan dan ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), angka putus sekolah yang meningkat,  dan layanan kesehatan  terutama vaksinasi," ujar Retno Listyarti.

Baca juga: Nadiem Makarim: Anak Kita Harus Bisa Memahami Bukan Hanya Hafal, Mempertanyakan Bukan Cuma Menerima

Retno menambahkan pihaknya juga melakukan pemantauan di media sosial maupun media massa terkait banyaknya anak yang kehilangan salah satu orangtua, bahkan kedua orangtuanya karena covid-19.

"Misalnya kasus ananda Vino, anak tunggal, kelas 3 SD yang kehilangan kedua orangtunya hanya dalam selisih 1 hari saja. Ibunya yang hamil 5 bulan dan memiliki comorbid asma meninggal pada 19 Juli, sehari kemudian ayahnya juga meninggal. Vino yatim piatu setelah kedua orangtuanya meninggal karena covid-19," ujar Retno.

Adapun catatan dalam rangka peringatan HAN 2021 di masa Covid, kata Retno adalah sebagai berikut :

Pertama, Pemerintah Daerah terus berupaya memenuhi infrastruktur adaptasi kebiasaan baru (AKB) di satuan pendidikan, termasuk pendampingan  lapangan, namun focus utama umumnya di sekolah-sekolah atau madarasah-madrasah negeri.  

"Hasil pengawasan menunjukkan bahwa 79.8% sekolah/madrasah yang diawasi siap pada infrastruktur dan SOP/Protokol Kesehatan AKB," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved