Breaking News:

Kasus Mafia Tanah

Sidang Lanjutan Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektar di Pinang, Saksi Beberkan Modus Kedua Terdakwa

Sidang Lanjutan Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektar di Pinang, Saksi Beberkan Modus Kedua Terdakwa, di antaranya pemalsuan tanda tangan Kepala BPN

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Polres Metro Tangerang Kota, Jalan Daan Mogot, Tangerang, Selasa (13/4/2021). Dia menjelaskan kasus mafia tanah di Alam Sutera, Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kasus mafia tanah seluas 45 hektar di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten memasuki sidang kelima di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Klas 1 A pada Rabu (21/7/2021).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Nelson Panjaitan itu beragendakan  mendengarkan keterangan lima orang saksi.

Antara lain Nisom Supandi dan Mirin dari pihak warga. Kemudian, Ibnu Ali, Intan Kumalasari dan Dimas dari pihak PT Tangerang Marta Real Estate (TMRE).

Dalam persidangan yang digelar secara langsung dan virtual itu, para saksi ditanyakan mengenai hubungan mereka dengan kedua terdakwa, yakni Darmawan (48) dan Mustafa Camal Pasha (61).

Selain itu, mengenai status lahan yang diketahui merugikan ribuan orang warga.

Hingga pengetahuan saksi soal status lahan.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Meroket Jadi 180, Jawa Masih Membara

"Bapak ibu kenal dengan terdakwa?," tanya Nelson kepada saksi. 

"Tidak yang mulia," jawab para saksi kompak. 

Kemudian Nelson bertanya soal kasus yang sedang terjadi saat ini. 

"Para saksi kalian tau apa kasus ini ?," tanya Nelson kepada para saksi. 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved