Breaking News:

Virus Corona

PMI Patok Biaya Pengganti Pengolahan Plasma Konvalesen Maksimal Rp 2,5 Juta, Lapor Jika Melebihi Itu

Linda melanjutkan, pengolahan PK sama seperti pengolahan darah yang membutuhkan alat khusus.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive/Andika Panduwinata
Kepala Bidang UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Dokter Linda Lukitari Waseso, menepis tudingan plasma konvalesen (PK) diperjualbelikan hingga Rp 10 juta. 

“Saya juga mengimbau masyarakat waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan PMI,” ucap Linda.

Permudah Syarat Calon Donor

Permintaan plasma konvalesen yang dikelola PMI meningkat sekitar 300 persen pada Juli 2021, atau sejak gelombang kedua pandemi terjadi.

Untuk memenuhi jumlah stok, PMI meningkatkan pelayanan, menyusul lonjakan kebutuhan PK belakangan ini.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI Sudirman Said menjelaskan, Unit Donor Darah Pusat (UDDP) PMI telah menyesuaikan sejumlah syarat dan ketentuan untuk memudahkan donor.

Baca juga: LaporCovid-19: 1.214 Warga Jakarta Meninggal Saat Jalani Isolasi Mandiri

"Secara umum, kami mengubah alur dan prosedur untuk memudahkan calon pendonor," kata Sudirman.

PMI menggantikan syarat hasil tes PCR calon donor, dengan surat sehat dari fasilitas kesehatan (faskes) atau rumah sakit yang merawat calon donor tersebut.

Prosedur permintaan dan donor PK hingga kerja sama dengan rumah sakit ditingkatkan, demi memudahkan masyarakat.

Baca juga: LaporCovid-19: Ketua RT dan RW Hingga Puskesmas Cenderung Abaikan Warga yang Isolasi Mandiri

Kampanye donor PK juga digalakkan PMI, untuk memenuhi lonjakan kebutuhan tersebut.

Sudirman mengatakan, pada Juni permintaan harian PK berkisar 1.000 kantong, sementara pada Juli meningkat hingga 3.000 lebih.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved