Breaking News:

Virus Corona

PMI Patok Biaya Pengganti Pengolahan Plasma Konvalesen Maksimal Rp 2,5 Juta, Lapor Jika Melebihi Itu

Linda melanjutkan, pengolahan PK sama seperti pengolahan darah yang membutuhkan alat khusus.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive/Andika Panduwinata
Kepala Bidang UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Dokter Linda Lukitari Waseso, menepis tudingan plasma konvalesen (PK) diperjualbelikan hingga Rp 10 juta. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Bidang UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Dokter Linda Lukitari Waseso, menepis tudingan plasma konvalesen (PK) diperjualbelikan hingga Rp 10 juta.

Linda mengatakan, biaya yang dikenakan adalah untuk pengganti pengolahan.

Linda melanjutkan, pengolahan PK sama seperti pengolahan darah yang membutuhkan alat khusus.

Baca juga: Kolaborasi AkzoNobel dan SOS Children’s Villages, 53 Remaja di Aceh Bakal Dilatih Kewirausahaan

“Pembayaran itu adalah biaya pengolahan pengganti plasma, berupa kantong, reagen."

"Karena PMI ini independen, (plasma) harus di-skrining dari penyakit hepatitis A, B, HIV/AIDS supaya tidak tertular infeksi menular karena transfusi darah,” kata Linda saat konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

Linda menegaskan, berdasarkan surat edaran (SE) PMI Pusat yang ditandatangani Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, biaya yang dikenakan paling tinggi sebesar Rp 2.500.000.

Baca juga: PPKM Darurat Ganti Nama Jadi PPKM Level 4, Aturan Penyekatan dan Pembatasan Mobilitas Tak Berubah

Ia menegaskan kembali, biaya tersebut bukan biaya darah, namun biaya pengganti pengolahan plasma, hingga penyimpanan.

“Beberapa dilaporkan, ada pungli dan sebagainya."

"Saya tegaskan, PMI tidak memungut biaya selain biaya pengganti pengolahan, dan tidak memperjualbelikannya,” tegas Linda.

Baca juga: Cari Unsur Pidana, Polisi Periksa Pria yang Viralkan Dugaan Kartel Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Ia juga meminta masyarakat berhati-hati terhadap penipuan maupun oknum, dan agar segera melaporkannya kepada PMI untuk ditindaklanjuti.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved