Breaking News:

PPKM Darurat

Pemkab Bekasi Tambah Anggaran Bantuan Sosial Rp 1,5 Miliar selama PPKM Darurat Diperpanjang

Penambahan bantuan sosial dilakukan menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Intan Ungaling Dian
Dok. Humas Kemensos
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tengah mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST). (Dok. Humas Kemensos) 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan anggaran tambahan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.

Penambahan bantuan sosial  dilakukan menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021.

Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Herman Hanafi menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan bansos untuk PPKM darurat hingga 20 Juli 2021. 

Bansos itu berupa beras dan sembako yang sebagian sudah didistribusikan ke warga di desa-desa.

"Untuk perpanjangan PPKM darurat ini kami telah antisipasi melalui Dinas Sosial dengan besaran anggaran tambahan hampir Rp 1,5 miliar," kata Herman Hanafi, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Warga Tanah Abang Jalani Isolasi Mandiri Terima Bantuan Makanan dan Alat Pelindung Diri

Baca juga: VIDEO : Presiden Jokowi Periksa Beras Bantuan Untuk Rakyat

Herman Hanafi mengatakan, untuk jaring pengaman sosial masa PPKM darurat, pemerintah pusat juga telah menyiapkan berbagai bantuan yang akan segera disalurkan ke masyarakat. 

Pemkab Bekasi berupaya agar tidak terjadi duplikasi data penerima bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Maka itu kamu cek data-datanya agar tidak terjadi duplikasi. Agar mereka yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan dari pusat ataupun provinsi bisa mendapatkan bantuan dari pemkab bekasi," ucapnya.

Baca juga: Bupati Zaki Iskandar Terima Bantuan Sembako dari Perusahaan dan Organisasi Untuk Warga Tangerang

Baca juga: Empati Terhadap Warga Kota Bogor Ivan Gunawan Serahkan Bantuan Sembako dan Obat-obatan

Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (20/07/21) malam  mengatakan, untuk meringankan beban masyarakat terdampak, pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp 55,21 triliun.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung  tunai (BLT) Desa.

Program keluarga harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan subsidi listrik. 

Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar Rp 1,2 juta untuk sekitar 1 juta usaha mikro. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved