Breaking News:

Virus Corona

Ketua PB IDI: Pasien Isolasi Mandiri di Rumah Tetap Juga Harus Diawasi Petugas Kesehatan

Meski isoman di rumah, pasien OTG atau covid gejala ringan tetap harus diawasi petugas kesehatan

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Dian Anditya Mutiara
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Ketua PB IDI dr Daeng M Faqih berbicara soal isoman di rumah tetap harus diawasi tenaga kesehatan 

Pasien Covid-19 Isoman Perlu Perawatan, Telemedis Jadi Cara Strategis Deteksi Dini Pasien Agar Cepat Sembuh

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia - Ketua PB IDI dr. Daeng M Faqih  mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia adalah mayoritas yang level infeksinya orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan.

“Kalau OTG itu mendekati 50 persen kalau ditambah gejala ringan itu mungkin bisa sampai lebih dari 50 persen, bahkan mungkin 70 persen. jadi gabungan OTG dan gejala ringan ini bisa sampai 70 persen,” ujar Daeng saat konferensi pers virtual aplikasi telemedis Good Doctor, Kamis (22/7).

Daeng menekankan, dalam penanganan pasien Covid-19 yang OTG dan bergejala ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit, cukup dirawat di isolasi mandiri (isoman).

Sementara pasien dengan gejala sedang, berat, dan kritis harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Untuk pasien Covid-19 yang  OTG dan gejala ringan cukup dirawat di isoman. Karena pada level ini tidak ada gejala gangguan nafas atau sesak,” ujarnya.

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Meninggal saat Jalani Isoman di Sunter Agung Membeludak

Baca juga: VIDEO Jumlah Pasien Covid-19 yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran Turun 1.318 Pasien dalam Sepekan

Menurut Daeng, meski tidak ada gejala ataupun gejala ringan, pasien Covid-19 ini tetap harus dirawat.

Karena, pasien yang positif Covid-19 atau mulai ada gejala, jika cepat dilakukan perawatan maka hasilnya cukup baik dan angka kesembuhannya tinggi sekali.

“Makanya saya katakan harus dirawat di isoman. Nah perawatan di isoman ini penting sekali dan strategis sekali untuk mengintervensi secepat mungkin dan sedini mungkin sehingga pasien cepat sembuh dan tidak mudah jatuh ke gejala sedang, berat hingga kritis. Itulah fungsi strategis isoman,” ungkapnya.

Pasien Covid-19 isoman perlu pengawasan tenaga kesehatan

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved